Sejarah
Panji Santo Petrus mulai dikibarkan pada masa jabatan Paus Aleksander II, ketika sengketa Investitur sedang menghangat. Meskipun Kaisar Romawi Suci ketika itu enggan mengakui kewenangan Sri Paus, Aleksander berusaha mengukuhkan wibawanya melalui berbagai tindakan simbolis, misalnya menganugerahkan Panji Santo Petrus dan berkat kepada raja-raja yang bersedia mengaku bertuan kepadanya, seperti yang dilakukan William Penakluk sebelum melancarkan perang penaklukan Inggris. Panji-panji tersebut digunakan di dalam upacara-upacara investitur tataran tertinggi, untuk menandakan bahwa kewenangan Sri Paus mengatasi para penguasa duniawi. Panji-panji yang sama juga dikibarkan di medan Perang Salib dan Pertempuran Lepanto.[1]
Penanganan Panji Gereja Roma Yang Kudus dipercayakan kepada seorang tokoh berkedudukan tinggi yang digelari Vessillifero di Santa Romana Chiesa atau Gonfaloniere di Santa Romana Chiesa atau (Gonfalonier Gereja Roma Yang Kudus). Gonfaloniere merupakan peran paling tinggi yang dapat dianugerahkan Sri Paus kepada tokoh awam, mengingat beberapa gonfaloniere adalah raja-raja, antara lain Raja Aragon Chaime II (lahir tahun 1267, mangkat tahun 1327, menjadi gonfaloniere saat menjabat sebagai Raja Sardinia dan Korsica, dianugerahkan oleh Paus Bonifasius VIII) dan Raja Napoli Ladislao (lahir tahun 1376, mangkat tahun 1414, menjadi gonfaloniere saat menjabat sebagai Raja Napoli Sisilia dan Hongaria, diangkat oleh Paus Inosensius VII). Tugas tersebut juga pernah dianugerahkan kepadaː
- Louis XI, Raja Prancis, saat masih menjadi Dauphin, diangkat oleh Paus Egenius IV
- Gianfrancesco Gonzaga, Tumenggung Mantua, diangkat oleh Paus Yulius II
- Odoardo I Farnese, Adipati Parma dan Piacenza yang ke-5, diangkat oleh Paus Gregorius XV
- Carlo Barberini, diangkat oleh adiknya, Paus Urbanus VIII
- Torquato Conti, Adipati Guadagnolo, diangkat oleh Paus Urbanus VIII sepeninggal Carlo Barberini pada tahun 1630
Paus Inosensius XI (menjabat tahun 1676–1689) menjadikannya jabatan herediter dan menganugerahkannya kepada Tumenggung Giovanni Battista Naro. Sesudah keluarga Naro punah, jabatan gonfaloniere beralih ke atas pundak keluarga ningrat Montoro. Untuk menegaskan betapa pentingnya jabatan ini, Paus Klemens XI (menjabat tahun 1700–1721) menitahkan supaya pengusung panji-panji dikawal dalam kirab meriah oleh kepala-kepala pasukan Cavalleggeri (kesatuan kavaleri ringan Negara Gereja). Pada tahun 1801, sesudah Cavalleggeri dibubarkan, Paus Pius VII membentuk kesatuan baru, yaitu Garda Mulia Pontifikal, dan menjadikan gonfaloniere sebagai panglimanya dengan pangkat Tenente Generale. Pada akhirnya, Paus Pius IX menitahkan supaya gonfaloniere diberi tanda pangkat khusus berupa seuntai kalung lencana istimewa berterakan tulisan Vexillifer, dan dijadikan anggota seumur hidup majelis istana kepausan.