Pietro Parolin[a] (lahir 17 Januari 1955) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Italia yang telah menjabat sebagai Kardinal Sekretaris NegaraVatikan sejak tahun 2013, dan telah menjabat sebagai anggota Dewan Kardinal sejak tahun 2014, tahun yang sama ketika ia diangkat menjadi Kardinal.
Sebelum menjabat sebagai menteri luar negeri, Parolin bekerja di dinas diplomatik Takhta Suci selama 30 tahun, di mana penugasannya termasuk di Nigeria, Meksiko, dan Venezuela, serta lebih dari enam tahun sebagai Wakil Menteri Luar Negeri untuk Hubungan dengan Negara. Parolin menetapkan sikap kebijakan luar negeri Vatikan di bawah Paus Fransiskus. Parolin adalah salah satu arsitek utama dari perjanjian tahun 2018 dengan Tiongkok oleh Vatikan, yang memungkinkan Paus untuk menyetujui dan memveto uskup yang disetujui oleh Partai Komunis Tiongkok. Selama konklaf 2025, yang dipimpinnya sebagai uskup kardinal dengan hak suara tertinggi, Parolin dianggap sebagai papabile, kandidat terkemuka untuk menggantikan Fransiskus, dan dilaporkan menempati urutan kedua pada pemungutan suara terakhir yang memilih Paus Leo XIV.
Kehidupan awal
Parolin lahir di Schiavon, Provinsi Vicenza, sebagai putra dari manajer toko perangkat keras dan guru SD. Ia memiliki satu saudari dan satu saudara. Pada usia sepuluh tahun, ayahnya tewas dalam kecelakaan mobil.[1] Setelah ia ditahbiskan pada 27 April 1980, ia mengambil studi kelulusan dalam bidang hukum kanon di Universitas Kepausan Gregorian dan pada saat yang sama mengambil bidang diplomasi di Akademi Gerejawi Kepausan. Ia masuk layanan diplomatik Tahta Suci pada 1986 di usia 31 tahun, dan ia telah menjabat pada Takhta Suci sebagai diplomat selama 20 tahun, di nunciatureNigeria dan Meksiko.