Pada tanggal 12 Agustus 2025, pukul 17:24 Waktu Indonesia Timur, gempa bumi kuat dengan magnitudo 6,3 atau 6,4 Mw mengguncang Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Indonesia.[4] Pada 16 Oktober, gempa bumi dengan magnitudo 6,5 melanda wilayah yang sama,[5] menyebabkan ratusan bangunan rusak dan melukai dua orang.
Gempa bumi
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut terjadi dengan magnitudo 6.4 Mw, berpusat 27 kilometer (17mi) arah tenggara Sarmi pada kedalaman 13 kilometer.[6] Sementara menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bumi tersebut terjadi dengan magnitudo 6,3 Mw. Episentrumnya terletak 193 kilometer (120mi) barat-barat laut Abepura di Provinsi Papua pada kedalaman 14km (8,7mi)[4]
Gempa bumi besar berikutnya terjadi pada 16 Oktober, berkekuatan 6.5 Mw dan pada kedalaman 33,3km (20,7mi) pukul 14:48 Waktu Indonesia Timur. Gempa ini memiliki intensitas Mercalli maksimum VII (Sangat kuat).[7] Dalam beberapa jam kemudian ratusan gempa susulan tercatat.[8]
Dampak dan kerusakan
12 Agustus
Kondisi kerusakan pascagempa bumi di Kabupaten Sarmi pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Sejumlah rumah dilaporkan rusak di kawasan Kabupaten Sarmi.[9] Selain itu terjadi kerusakan pada fasilitas publik seperti, pasar, dua rumah sakit dan jembatan.[10][11] Sebuah gereja juga mengalami kerusakan berat pada strukturnya.[12] Beberapa rumah juga dilaporkan roboh dan pagar Rumah Sakit Burtin ambruk, satu unit kendaraan roda empat juga rusak di bagian kaca depan akibat tertimpa reruntuhan bangunan.[13][14]Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi melaporkan lokasi terdampak gempa berada di enam distrik yaitu Distrik Sarmi, Sarmi Selatan, Sarmi Timur, Pantai Bagian Barat, Pantai Barat, dan Distrik Pantai Timur. Dari enam distrik tersebut, Distrik Pantai Timur yang dilaporkan terkena dampak paling parah.[15][16]
16 Oktober
Dua orang terluka akibat dampak gempa tersebut.[17] Sebanyak 138 bangunan mengalami kerusakan, meliputi; 114 rumah, 13 bangunan perkantoran, empat gereja, dua jembatan, dua unit pasar, dua fasilitas kesehatan, dan satu sekolah, jalan retak-retak serta listrik padam di sebagian besar Kabupaten Sarmi.[18][19][20][21]