Gempa bumi Jawa Timur Mei 2021 adalah gempa bumi berkekuatan 5,9 Mw yang terjadi pada 21 Mei 2021 pukul 19.09 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 110 kilometer dan berjarak 57 kilometer di tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur.[2][3]
Gempa bumi ini dikategorikan sebagai gempa menengah. Gempa terjadi akibat subduksi menunjam lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia. Menurut BMKG, gempa ini memiliki mekanisme sesar naik kombinasi geser.[8]
Dampak
Kerusakan akibat gempa bumi dlaporkan terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur. Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 22 Mei 2021 menyatakan terdapat 3 orang terluka, 291 rumah warga dan 20 fasilitas umum mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut tersebar di 8 kabupaten/kota di Jawa Timur, meliputi, Kabupaten Blitar (144 rumah, 11 fasilitas umum), Kabupaten Malang (90 rumah, 5 fasilitas umum), Kabupaten Pasuruan (29 rumah, 3 fasilitas umum), Lumajang (19 rumah), Jember (1 fasilitas umum), Kabupaten Kediri (3 rumah), Kota Malang (1 rumah), dan Kota Blitar (4 rumah rusak).[9]
Penanganan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), mulai mendistribusikan bantuan kepada korban gempa. Bantuan tersebut berupa sembako, lauk pauk, terpal, masker kain, dan masker medis.[1]
Bupati Blitar, Rini Syarifah, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai jumlah kerusakan yang terjadi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendesak pemerintah daerah yang terdampak untuk secepatnya mendata kerusakan, kemudian menyerahkan data tersebut dan meminta bantuan kepada BNPB. Meskipun demikian, Ia tidak menyebutkan berapa nominal bantuan yang akan diberikan.[10]
↑BMKG. "Gempabumi Dirasakan | BMKG". BMKG | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-21. Diakses tanggal 2021-05-22.