Pada 30 September 1899, Pulau Seram, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 7.8 Ms, yang disertai oleh tsunami 10 meter.[1] Menurut Observatorium Meteorologi dan Magnetik Batavia, guncangan tersebut terjadi pada pukul 01:42.2 waktu setempat.[2] Kajian Dr. R. D. M. Verbeek soal gempa tersebut dan dampaknya diterbitkan dalam Short Report about the earth- and sea-quake in Ceram, the 30th September 1899, dan merupakan satu-satunya sumber ekstensif tentang gempa bumi Pulau Seram.