Candi Bima adalah salah satu peninggalan purbakala di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Candi Bima memiliki bangunan yang tersusun dari pahatan batu kokoh.[1]
Candi Bima memiliki ukuran denah 4,55 x 4,55 meter, merupakan paling besar di antara candi-candi Dieng. Memiliki tampilan menonjol, serta membentuk segi delapan. Pintu masuk candi berada di sisi timur. Penamilan ketiga sisi lain candi ini membentuk relung tempat meletakkan arca. Candi ini cukup unik dibanding dengan candi-candi lain, baik di Dieng maupun di Indonesia pada umumnya, karena kemiripan arsitekturnya dengan beberapa candi di India yakni perpaduan arsitektur bergaya India Utara dan India Selatan. Bagian atapnya mirip dengan shikara dan berbentuk seperti mangkuk yang ditangkupkan.[3] Pada bagian atap terdapat relung dengan reliefkepala yang disebut dengan kudu.
Pemeliharaan
Candi ini berada dalam kondisi buruk, antara lain karena beberapa kali kasus pencurian arca Kudu yang unik pada bagian atap tersebut[4] serta rusak akibat solfatara dari Kawah Sikidang.
Pada tahun 2012, Candi Bima kembali dipugar oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Pemugaran dilakukan karena susunan batuan candi sudah banyak yang lapuk dan bergeser akibat dimakan usia dan terkena getaran,[2] juga karena terdapat rongga yang dapat menyebabkan amblesnya bangunan.[5]
Harga dan Jam Buka
Harga tiket masuk kawasan wisata Candi Bima Rp15.000,00.[6]