Penumpasan PKI
Sebelum terbentuknya Yonif 303/Setya Perlaya pada periode fisik antara tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan 3 Desember 1948 sebagai inti daripada kekuatan ini mula-mula adalah Mobile Batalyon - A/MBT yang berkedudukan di Bintaran Yogyakarta, yang statusnya langsung di bawah perintah Panglima Besar Soedirman. Pada awal Agustus 1948, kesatuan ini bertugas untuk menumpas PKI di daerah Wonogiri, Baturetno, Wuryantoro dengan hasil 2 Kompi Pasukan Kalong (PKI) di bawah pimpinan Ex Mayor Sampir menyerah. Gerakan ini kemudian dilanjutkan ke daerah Pumeng Donorejo, Melati, Ternas, Pacitan. Di daerah melati ini berhasil ditangkap gembong PKI bernama Ex Kolonel Yusup Bachri Cs dan merampas munisi, peralatan serta senjata. Kemudian gerakan dilanjutkan ke Pring Sewu, Pringgodani, Sawangan dan Tawangmangu selanjutnya kembali ke Yogyakarta.
Long March Siliwangi
Pada bulan November 1948 pasukan mengadakan konsolidasi di Magelang, kemudian kesatuan ini menjadi organik Siliwangi dan menjadi Batalyon IV/KRU “ Z “ Brigade yang bergerak menuju Parakan dan Temanggung, selanjutnya tanggal 19 Desember 1948 pasukan long mars menuju Jawa Barat. Setelah pengakuan kedaualatan oleh Belanda, pasukan di bawah pimpinan Mayor Inf A. Nasuhi ini mengadakan konsolidasi. Dalam konsolidasinya Satuan ini dipecah menjadi dua Batalyon antara lain :
Hari Jadi/lahirnya Batalyon Infanteri 303/Setya Perlaya dipilih pada tanggal 1 September 1949 di mana pada tanggal tersebut adalah waktu konsolidasi dan reorganisasi pasukan, dan secara berturut-turut nama dan lokasi, Batalyon mengalami pergantian nama yaitu dari Batalyon “D” Batalyon 123 dan Batalyon 303/Setya Perlaya. Serta terakhir pada bulan Juni 1987 berubah lagi menjadi Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati.
Pertumbuhan selanjutnya Batalyon – D/BE.XIII pada tahun 1950 di bawah pimpinan Mayor Inf Kaharudin Nasution mengalami reformasi dan nama Batalyon 123 Brigade-A /Siliwangi, dengan kekuatan 4 Kompi Senapan 1 Kompi Bantuan dan 1 Kompi Staf. Dasar Divisi Order Nomor 073/12/50 maka Batalyon 123 Brigade-A/Siliwangi berubah menjadi Batalyon Infanteri 303/Setia Perlaya sampai saat ini. Dengan adanya reformasi dalam tahun-tahun 1951 s/d 1953 dari Batalyon tetangga, Batalyon Infanteri 303/Setya Perlaya menerima penambahan 3 Kompi masing-masing :
- 1 Kompi dari Batalyon 324 di bawah pimpinan Lettu M. Pane.
- 1 Kompi dari Batalyon 127 di bawah pimpinan Lettu Balentung.
- 1 Kompi dari Batalyon 319 di bawah pimpinan R.A.Sudrajat
Selama dipimpin oleh Mayor Kaharudin Nasution daerah tugas meliputi Ciamis Selatan, Gunung Halu/Cililin, Cijulang dan selanjutnya menetap bertugas di Tasikmalaya.