Menteri
Ali Wardhana ditunjuk oleh Presiden Soeharto menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Pembangunan I pada tahun 1968. Awalnya ia menolak jabatan tersebut karena merasa tidak cakap, tetapi akhirnya ia diyakinkan oleh Soeharto yang kala itu juga baru menjabat sebagai Presiden untuk sama-sama belajar.[1] Menurut Mari Elka Pangestu dalam buku A Tribute to Ali Wardhana, Indonesia's Longest Serving Finance Minister: From His Writing and His Colleagues, Beliau mengabdi di sebagian besar waktu-waktu paling krusial selama dua dekade untuk membangun Indonesia, dimulai dengan di awal-awal tahun pemerintahan Orde Baru dengan menurunkan hiperinflasi, menstabilkan ekonomi, mendapatkan kepercayaan kembali, dan membangkitkan kembali ekonomi Indonesia.
Ali Wardhana dianggap sebagai penasihat ekonomi utama Soeharto saat era Orde Baru.[2] Beliau berhasil menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis dalam waktu tiga tahun setelah menjabat. Kebijakan Ali yang dikenal sebagai "Balanced Budget", berhasil mengurangi hiperinflasi Indonesia dari 650 % menjadi 10 % saja.[2] Selain itu Ali Wardahana melakukan manufer dengan memanfaatkan hasil minyak bumi untuk mengatasi kemiskinan pada tahun 1970-an dan prestasi besar tersebut diakui oleh dunia. Setelah menjabat sebagai Menkeu selama 15 tahun, Ali kemudian menjabat sebagai Menko Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan, selama 5 tahun, yaitu antara tahun 1983-1988. Setelah Ali tak lagi menjabat menteri, beliau menjadi penasihat bagi pemerintah dan nasihat serta sarannya selalu seputar ekonomi makro, kebijakan moneter, pembangunan sektor ekonomi, reformasi dan pada saat pemerintahan dalam masa krisis dan sulit.