Latar belakang
Setelah menerima gelarnya di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1973, Bambang bergabung dengan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) sebagai peneliti, dan pada 1975 menjadi dosen di FEUI. Pada tahun 1978, beliau melanjutkan pendidikannya pada Universitas Katolik Leuven di Belgia dan mendapatkan gelar MBA Keuangan Perusahaan dan Ekonomi Bisnis pada tahun 1981, dan juga gelar Doktoral di bidang Organisasi Industri pada tahun 1984.[2] Dr. Bambang Subianto kembali ke Indonesia pada tahun 1984 dan kembali berperan dalam pengembangan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi - Universitas Indonesia (FEUI). Pada tahun 1988, Dr. Bambang Subianto bergabung dengan Departemen Keuangan dan ditugaskan sebagai Direktur pada Direktorat Institut Keuangan dan Akuntansi. Pada tahun 1992, beliau dipromosikan sebagai Dirjen pada Direktorat Lembaga Keuangan di Departemen Keuangan. Di tengah krisis moneter pada bulan Januari 1998, Bambang Subianto ditunjuk sebagai Kepala BPPN yang pertama. Dan pada bulan Mei 1998 menjadi Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Reformasi Pembangunan.[1]
Setelah berkiprah di berbagai macam karier dalam layanan publik, Bambang bergabung dengan Ernst & Young, sebagai partner pada bulan Juli 2000, dan pensiun pada tahun 2005. Selanjutnya pada tahun 2009 menjadi pimpinan PP. Arghajata Consulting, perusahaan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen, di samping berperan sebagai Komisaris di berbagai perusahaan, antara lain PT Star Energy Investments (2008–2011), PT Unilever Indonesia (2008–2015), dan PT Jamsostek (2009–2014).[2]