Yehezkiel 34:23 dst. ditulis dalam teks Ibrani dengan vokalisasi Babel pada suatu fragmen geniza. Bodley Library, University of Oxford (shelfmark Ms. heb. d. 64).
Berisi firman TUHAN yang diterima oleh Yehezkiel mengenai tugasnya sebagai penjaga Israel.
Dalam pasal ini, Yehezkiel bernubuat menentang para pemimpin Israel, yaitu para raja, imam dan nabi. Karena keserakahan, korupsi, dan mementingkan diri sendiri, mereka telah lalai menuntun umat Allah sebagaimana dikehendaki oleh-Nya. Mereka memeras umat itu (Yehezkiel 34:3) dan menggunakan mereka untuk kepentingan pribadi dan bukan menolong mereka secara rohani (Yehezkiel 34:4); jadi, mereka bertanggung jawab atas penawanan Yehuda, dan Allah akan menghukum mereka. Sebagai kontras dengan para gembala yang tidak setia, Yehezkiel menubuatkan tentang suatu saat ketika Allah akan mengirim seorang Gembala yang berkenan kepada-Nya (yaitu Sang Mesias) yang akan sungguh-sungguh memelihara umat-Nya. Mereka tidak akan diperas dan digunakan, melainkan akan menerima "hujan yang membawa berkat" (Yehezkiel 34:26).[3]
Yehezkiel 34:1–31 = TUHAN, Gembala Israel yang baik, melawan gembala-gembala yang jahat
Ayat 11
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.[4]
Karena kegagalan para pemimpin Israel, Tuhan sendiri akan turun tangan mengatur umat-Nya. Dia akan memelihara domba-domba-Nya (ayat Yeh 34:11-16), menghakimi antara domba, domba jantan dan kambing (ayat Yeh 34:17-24), dan mengikat perjanjian damai dengan umat itu (ayat Yeh 34:25-31).[3]
Ayat 23
"Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya."[5]
"Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu, sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan."[6]
Mesias-Gembala akan memulihkan damai sejahtera dan kesempurnaan yang merupakan ciri kehidupan sebelum dosa memasuki dunia (Kejadian 1:1–3:24). Perjanjian ini juga disebut "Perjanjian Baru" (lihat Yeremia 31:31-34), dan akan mencapai penggenapan sempurna di langit baru dan bumi baru (Wahyu 21:1–22:21). Ketika itulah akan turun "hujan yang membawa berkat" bagi orang tebusan (Yehezkiel 34:26) dan kepenuhan kehadiran Allah di antara umat-Nya (Yehezkiel 34:30).[3]
Referensi
↑(Indonesia) Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
↑(Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
1234The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.