Kitab Yehezkiel 30:13–18 pada suatu naskah bahasa Inggris dari awal abad ke-13, MS. Bodl. Or. 62, fol. 59a. Teks bahasa Ibrani disalin sebagaimana dalam kodeks bahasa Latin. Terjemahan bahasa Latin ditulis di bagian marjin.
Berisi firman Allah yang diterima oleh Yehezkiel (lanjutan dari pasal 3) mengenai dirinya menjadi lambang pengepungan kota Yerusalem, juga lamanya ia menanggung hukuman atas Israel.
[Firman Allah kepada Yehezkiel:] "Lalu ambillah sebidang besi dan dirikanlah itu di antaramu dengan kota (Yerusalem) itu menjadi dinding besi, kemudian tujukanlah wajahmu ke arah kota itu, sehingga kota itu dalam keadaan terkepung, dan engkaulah yang mengepung dia. Inilah menjadi lambang bagi kaum Israel." (TB)[7]
Yehezkiel diperintahkan untuk melambangkan pengepungan Yerusalem dan pembuangan yang diakibatkan olehnya dengan tindakan khusus. Peristiwa-peristiwa ini dilukiskan Yehezkiel dengan membuat sebuah model pengepungan yang kecil.[8]
"Sebidang besi" mungkin melambangkan kekuatan pasukan Babel yang tidak dapat terkalahkan. Melalui tindakan ini Yehezkiel menegaskan kepada bangsa itu bahwa Allah sendiri akan membawa pasukan Babel menyerbu Yerusalem.[8]
Ayat 5
[Firman Allah kepada Yehezkiel:] "Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari." (TB)[9]
Ayat 6
[Firman Allah kepada Yehezkiel:] "Kalau engkau sudah mengakhiri waktu ini, berbaringlah engkau untuk kedua kalinya, tetapi pada sisi kananmu dan tanggunglah hukuman kaum Yehuda empat puluh hari lamanya; Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun." (TB)[10]
Ayat 9
[Firman Allah kepada Yehezkiel:] "Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu. Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari." (TB)[11]
Tujuan dari makanan dan minuman yang sedikit itu ialah melambangkan sedikitnya persediaan makanan di Yerusalem selama pengepungan (Yehezkiel 4:16–17); kelaparan akan sangat berat.[8]