Kitab Yehezkiel 30:13–18 pada suatu naskah bahasa Inggris dari awal abad ke-13, MS. Bodl. Or. 62, fol. 59a. Teks bahasa Ibrani disalin sebagaimana dalam kodeks bahasa Latin. Terjemahan bahasa Latin ditulis di bagian marjin.
Berisi penglihatan yang diterima oleh Yehezkiel pada tahun ke-6 bulan ke-6 hari ke-5 mengenai berhala kekejian yang ada di dalam bait Allah di Yerusalem.
Pada tahun keenam, dalam bulan yang keenam, pada tanggal lima bulan itu, waktu aku duduk di rumahku berhadap-hadapan dengan para tua-tua Yehuda, kekuasaan Tuhan ALLAH meliputi aku di sana[3]
"Kekuasaan Tuhan" (diterjemahkan dari versi Inggris NIV: "tangan Tuhan yang berdaulat"). Yehezkiel mengalami sebuah kunjungan yang mempesonakan dari kehadiran dan kuasa Allah pada saat ia diangkut ke Yerusalem "dalam penglihatan-penglihatan ilahi" (Yehezkiel 8:3; bandingkan 2 Korintus 12:1–4). Orang percaya Perjanjian Baru juga mengalami kehadiran dan kuasa Allah ketika dipenuhi dengan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 4:29–31) dan menerima berbagai penglihatan dan mimpi (Kisah Para Rasul 2:16–18). Orang percaya dewasa ini harus meminta, mencari dan mengetuk agar Roh Kudus datang atas mereka dengan kuasa (Lukas 11:5–13) dan mencurahkan karunia-karunia rohani-Nya sehingga mereka dapat bersaksi bagi Kristus (Kisah Para Rasul 1:8; 2:4,16–18). Dengan demikian, firman Allah akan keluar dari rumah Allah dan memasuki dunia dengan penuh keberanian, kuasa mukjizat serta penuh keyakinan (Kisah Para Rasul 2:1–12,37–41; 1 Tesalonika 1:5; Ibrani 2:4).[4]
Ayat 3
Dia mengulurkan sesuatu yang berbentuk tangan dan dipegang-Nya jambul kepalaku. Lalu Roh itu mengangkat aku ke antara langit dan bumi dan membawa aku dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke Yerusalem dekat pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke utara, di mana terdapat berhala cemburuan, yang menimbulkan cemburu itu.[5]
Ayat 11
Dan di hadapannya berdiri tujuh puluh orang tua-tua kaum Israel, dengan Yaazanya bin Safan di tengah-tengah mereka dan masing-masing memegang bokor ukupannya di tangannya, dan keharuman dari asap ukupan itu naik ke atas.[6]
"Bokor ukupan" diterjemahkan dari bahasa Ibrani:מקטרתcode: he is deprecated miq-ṭe-reṯ sebagaimana pada 2 Tawarikh 26:19
Ayat 14
Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.[7]
Tamus adalah dewa tumbuh-tumbuhan Babel. Pada saat tumbuh-tumbuhan mati di musim gugur, orang-orang meratapi peristiwa yang mereka anggap adalah kematian dewa ini. Para wanita Yehuda telah meninggalkan Tuhan Allah dan berbalik meminta pertolongan dan berkat dari dewa-dewa semacam ini.[4]