Kitab Yehezkiel 30:13–18 pada suatu naskah bahasa Inggris dari awal abad ke-13, MS. Bodl. Or. 62, fol. 59a. Teks bahasa Ibrani disalin sebagaimana dalam kodeks bahasa Latin. Terjemahan bahasa Latin ditulis di bagian marjin.
Berisi firman TUHAN yang diterima oleh Yehezkiel mengenai riwayat Yerusalem: persundalan, hukuman dan pendamaiannya dengan Allah.
Pada mulanya Yerusalem tidak memiliki keistimewaan yang dapat menjadikannya kota pilihan Allah. Namun, Allah dalam kasih-Nya mengangkatnya, memeliharanya dan menjadikannya kota yang indah dan megah; tetapi dia tidak berterima kasih kepada suaminya, menjadi tidak setia dan mulai berzinah dengan siapa pun yang lewat. Karena pelacurannya ini ia akan dibunuh. Setelah Allah menghukum Yerusalem dan seluruh bangsa Israel, Ia akan mengingat kembali janji-Nya kepada Abraham (bandingkan Kejadian 17:7–8; Imamat 26:42), dan mengembalikan mereka ke tanah Kanaan dan persekutuan dengan Dia. "Perjanjian Baru" yang diucapkan oleh Yeremia (Yeremia 31:31–34) dan Yehezkiel (Yehezkiel 11:18–20; 36:26–28; 37:26–28) akan melibatkan pengorbanan dan kematian YesusKristus yang mendamaikan di salib.[3]
Dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti.[8]
Pada mulanya Yerusalem tidak didirikan oleh orang Ibrani tetapi oleh bangsa Kanaan yang kafir (bandingkan Kejadian 14:18; Yohanes 15:63).[3]
Ayat 14
Dan namamu termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu, sebab sangat sempurna adanya, oleh karena semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.[9]
Selaku pilihan Allah, Yerusalem menerima berbagai berkat dan karunia dari Allah. Di bawah pengawasan-Nya dia bertumbuh ke arah kedewasaan penuh, dan Tuhan memberinya kecantikan luar biasa lalu menyatakannya sebagai milik-Nya. Setelah pernikahannya, namanya makin harum di seluruh dunia kuno (khususnya pada zaman pemerintahan Daud dan Salomo).[3]