Karier
Uya mengawali kariernya mengikuti Festival Tenda Mangkal Prambors, kemudian ia menang di kategori Akapella, setelah juara ia menjadi seorang penyiar radio di sebuah stasiun radio Jakarta dan menjadi figuran berbagai di acara televisi salah satunya Spontan. Ia sempat mendirikan grup vokal akapela, yang bernama MT Voices bersama temannya dan ia sempat aktif tergabung beberapa grup musik.[2]
Ia sempat aktif menjadi seorang penyiar radio disebuah stasiun radio Jakarta selama 10 tahun ini. Salah satu profesi ia sempat geluti sewaktu masih mahasiswa.[15]
Uya kemudian terjun sebagai Presenter beberapa acara televisi salah satu profesi masih digeluti hingga saat ini sebelum terbentuknya Tofu dikenal sebagai presenter papan atas saat ini.[15] Kemudian ia sempat terjun master of ceremony berbagai acara.[15] Popularitasnya semakin melejit setelah membawakan berbagai acara televisi ternama seperti Uya Emang Kuya, Dahsyat, Super Deal, dan Eat Bulaga! Indonesia.[16][17] Kesuksesannya sebagai presenter diakui melalui sejumlah penghargaan, termasuk Pembawa Acara Realitas Terfavorit di Panasonic Gobel Awards pada tahun 2010 dan 2011, Pembawa Acara Talkshow Hiburan Terfavorit pada tahun 2012, serta Pembawa Acara Paling Ngetop dalam SCTV Awards 2012.[16] Acara Rumah Uya yang dibawakannya juga berhasil menyabet penghargaan Program Talkshow Terfavorit di Panasonic Gobel Awards 2017, dan pada tahun yang sama ia juga menerima penghargaan sebagai Pembawa Acara Kuis/Game Show Terfavorit.[16]
Ia sempat terjun ke dunia seni peran dimulaimya sebagai figuran di acara Spontan, kemudian ia sempat menjadi pemeran pembantu di sinetron Gerhana.[18] Selain itu, Uya juga berpartisipasi dalam film Cinta 24 Karat (2003).[19] ia juga bermain di film Bad Wolves (2005) mendampingi aktor Sultan Djorghi, Baim, dan Indra Bekti.[20]
Ia juga aktif bersolo karier pasca keluarnya dari Tofu dengan merilis lagu soundtrack pertamannya adalah album soundtrack film Cinta 24 Karat. Selain itu, ia juga menjadi Produser dan pencipta lagu untuk album tersebut.[2] Ia merilis album pertama dan terakhir, yang berjudul Playboy Insyaf dirilis pada tahun 2006.[21]
Sebelum terjun ke dunia entertainment, Ia sempat bekerja disebuah perusahaan periklanan namun tidak bertahan lama, salah satu profesi ia sempat geluti di luar dunia hiburan.[22]
Uya juga aktif sebagai pengusaha dengan memiliki beberapa bisnis, seperti ruang pamer mobil, beternak ikan Louhan, usaha penangkaran kucing ras dan juga usaha pisang goreng Pontianak. Usaha pisang gorengnya yang diberi nama Mr. Banana telah mencapai 8 gerai, tetapi usaha pisang tersebut tidak bertahan lama. Kemudian ia juga membuka restoran jepang dan usaha spa.[23]
Pada tahun 2022, Uya Kuya mencoba peruntungan di dunia politik dengan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).[16][17] Pada Pemilu 2024, ia berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 setelah meraih 81 ribu suara.[16][17]
Kontroversi
Pada 30 Agustus 2025, massa berkumpul di rumah Uya Kuya di Duren Sawit, Jakarta Timur. Dilaporkan bahwa massa memasuki rumahnya setelah merobohkan pagar, sambil meneriakkan "Hancurkan", dan rumah tersebut dijarah bersama kucing peliharaannya, sapu lidi, dan rak pakaian. Uya Kuya menjawab bahwa ia dan keluarganya baik-baik saja, dan telah "menerimanya, meskipun sedih karena kucingnya juga dijarah".[24][25]
Partai Amanat Nasional kemudian menonaktifkan Uya Kuya dengan Eko Patrio[26] dan pimpinan DPR menghentikan gaji dan tunjangan Uya Kuya bersama dengan Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio dan Adies Kadir.[27]