Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo (lahir 27 Januari 1986) adalah seorang aktivis, politikus, aktris, presenter Indonesia. Ia adalah anggota DPR RI dari Partai Gerindra dari tahun 2014 hingga 2019.[2] Selama menjadi anggota legislatif, ia memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak-anak serta melawan perdagangan manusia.[3]
Setelah gagal terpilih kembali pada tahun 2019, ia dipilih oleh pamannya, Prabowo dan bibinya, Titiek, untuk mendampinginya sebagai wakil ketua umum Partai Gerindra untuk periode 2020-2025.[4][5]
Pada 2025, Rahayu Saraswati mendapatkan Penghargaan Fortune Indonesia 40 Under 40. Daftar yang dikeluarkan oleh Fortune Indonesia ini berisi 40 orang muda Indonesia paling berpengaruh pada berbagai sektor yang belum berusia 40 tahun per 31 Desember 2024. Penghargaan ini diberikan pada acara Fortune Indonesia Summit 2025, 6 Februari 2025 di The Westin Jakarta.[6]
Rahayu Saraswati mengundurkan diri dari DPR RI pada Rabu 10 September 2025 setelah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi VII periode 2024-2029 selama 10 bulan, keputusan pengunduran dirinya di sampaikan melalui sebuah video yang dibagikan di akun Instagram pribadi. Alasan pengunduran diri Rahayu yaitu pada 28 Februari 2025 sebuah siniar di YouTube yang dijadikan bahan untuk menyakiti hati rakyat, siniar berdurasi 42 menit di potong dan disebarkan sehingga menimbulkan kontroversi.[butuh rujukan]
Kehidupan awal dan keluarga
Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo lahir pada tanggal 27 Januari 1986 dari pasangan Hashim Djojohadikusumo dan Anie Harjati.[7] Nama belakang Djojohadikusumo adalah nama keluarga yang berasal dari kakek buyutnya Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, Pendiri Bank Negara Indonesia dan orang tua dari Begawan Ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, kakek Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Ia juga memiliki pertalian darah dengan pahlawan dari Desa Lengkong, Tangerang Selatan bernama Kapten Anumerta Soebianto Djojohadikoesoemo dan Taruna Soejono Djojohadikoesoemo.[8][9]
Ia menjadi sasaran ejekan Misogini secara online setelah sebuah foto yang menunjukkan perutnya yang sedang hamil yang ia unggah pada tahun 2015.[10] Setelah mendengar hal itu dari Tsamara Amany, ia menyatakan bahwa sangat membingungkan dan menyedihkan melihat foto tersebut digunakan untuk menyerangnya demi kepentingan politik.[10][11]
Pendidikan
Di usia 12 tahun, setelah lulus dari SD Tarakanita II, Sara melanjutkan sekolah ke Singapura, di UWCSEA (United World College of South East Asia). Namun, ia tak lama di sana, hanya beberapa bulan, karena pindah ke Swiss untuk bergabung dengan ayah, ibu, dan adiknya yang telah lebih dahulu berada ke sana. Ayahnya diutus oleh negara sebagai Duta Besar Istimewa untuk Eropa bagian Utara dan Timur.
Ia tidak melanjutkan di kelas 7, tetapi diizinkan untuk langsung naik ke kelas 8 setibanya di College du Leman, Geneva, Swiss. Di situlah ia menjalani pendidikan hingga lulus SMA. Selama SMA, dia masih aktif dengan kegiatan ekstrakurikulernya, menjadi bagian dari tim sepak bola Junior Varsity bahkan timnya berhasil memenangkan piala dan mewakili propinsinya di tingkat nasional.[12]
Lulus SMA, ia diterima di Universitas Virginia dengan Early Decision di mana ia melanjutkan pembelajaran dengan fokus di Drama dan Peradaban Kuno (Yunani dan Roma).[12]