Ragowo Hediprasetyo (lahir 22 Maret 1984), atau dikenal sebagai Didit Hediprasetyo, adalah seorang perancang busana, sosialita, dan filantropis Indonesia. Ia adalah putra tunggal dari Presiden ke-8 Indonesia, Prabowo Subianto dan mantan istrinya, Titiek Soeharto, serta cucu dari pihak ibu mantan Presiden Indonesia, Soeharto.[1][2]
Kehidupan awal dan pendidikan
Sebagai anggota salah satu keluarga politik terkemuka di Indonesia, Didit lahir di Jakarta pada 22 Maret 1984. Ayahnya, Prabowo Subianto, adalah mantan Komandan Jenderal Kopassus yang saat ini menjabat sebagai presiden ke-8 Indonesia. Ibunya, Titiek Soeharto, adalah seorang sosialita dan politikus, putri dari presiden kedua Indonesia, Soeharto. Dari pihak ayahnya, ia adalah cucu dari ekonom Indonesia, Soemitro Djojohadikoesoemo.
Setelah mengikuti workshop teater Shakespeare di Harvard Summer Extension School, Didit mengembangkan minatnya pada mode sejak usia muda. Ia lulus dari Parsons School of Design Paris pada tahun 2007, di mana ia mengambil kursus dalam bidang lukis, fotografi, dan sejarah seni. Pada tahun 2018, ia dinominasikan sebagai Art Fellow oleh program T. Washington Scholars.[3][4]
Karier
Didit mempersembahkan peragaan busana adibusana musim Semi/Musim Panas 2010 pertamanya di ruang pameran Hôtel de Crillon pada Januari 2010, menawarkan gaun korset serta rok dan celana pendek yang pas badan, dan sejak itu secara rutin memamerkan koleksinya selama pekan adibusana.[5] Ia menjadi seniman Asia pertama yang mendesain interior dan eksterior BMW Individual Seri 7 edisi terbatas, yang hanya diproduksi lima unit.[6]
Selain itu, ia sering kali memberikan penghormatan kepada asal-usul Indonesianya dengan memasukkan Songket, brokat tenun tradisional Indonesia, ke dalam koleksinya.[7]
Ia dan seniman Golnaz Jebelli berkolaborasi dalam mendesain jersey Como 1907, yang terinspirasi oleh Danau Como di daerah tersebut.[8]