Kabupaten Teluk Bintuni adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat, Indonesia.[1] Teluk Bintuni menjadi kabupaten terluas di Papua Barat, dengan luas 18.637,00km2. Pada semester pertama tahun 2025, jumlah penduduk Teluk Bintuni sebanyak 84.777 jiwa, dengan kepadatan 4,4 jiwa/km2.[4][6] Kabupaten Teluk Bintuni berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002.[7]
Kabupaten Teluk Bintuni adalah penghasil migas tepatnya di ladang gas Tangguh atau LNG Tangguh yang sekarang dioperasikan oleh British Petroleum.[butuh rujukan] Kabupaten ini memiliki tujuh suku asli yaitu Sebyar, Wamesa, Kuri, Irarutu, Moskona, Sough, dan Sumuri.[butuh rujukan]
Geografi
Teluk Bintuni
Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni adalah 18.673km² atau meliputi 13,02% wilayah ProvinsiPapua Barat.[8][9]
Batas Wilayah
Berikut ini adalah batas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002.[8]
Kabupaten Teluk Bintuni dipimpin oleh seorang bupati. Saat ini, bupati Teluk Bintuni dijabat oleh Yohanis Manibuy, dan wakil bupati dijabat oleh Joko Lingara.[10]
Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari 24 kecamatan, 2 kelurahan, dan 115 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 28.978 jiwa dengan luas wilayah 11.529,18 km² dan sebaran penduduk 3 jiwa/km².[1][13] Pada awal pembentukannya, Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari 10 distrik.Daftar distrik dan kelurahan di Kabupaten Teluk Bintuni, adalah sebagai berikut:
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Teluk Bintuni sementara adalah 52.403 orang, yang terdiri atas 29.022 laki-laki dan 23.381 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut tampak bahwa penyebaran penduduk Kabupaten Teluk Bintuni bertumpu di Distrik Bintuni yakni sebesar 35,40%, kemudian diikuti oleh Distrik Sumuri sebesar 12,5%, dan Distrik Manimeri sebesar 10,14% sedangkan distrik-distrik lainnya di bawah 7%.[butuh rujukan]
Distrik Bintuni, Distrik Sumuri, dan Distrik Manimeri adalah 3 distrik dengan urutan teratas yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yang masing-masing berjumlah 18.552 orang, 6.571 orang, dan 5.313 orang. Dengan luas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni sekitar 18.637km2 yang didiami oleh 52.403 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Teluk Bintuni adalah sebanyak 3 orang/km2.[14]
Secara kumulatif, laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Teluk Bintuni per tahun selama sepuluh tahun terakhir yakni dari tahun 2000 hingga 2010 sebesar 4,64%. Laju pertumbuhan penduduk Distrik Sumuri adalah yang tertinggi dibandingkan distrik-distrik lain di Kabupaten Teluk Bintuni yakni sebesar 14,31%, kemudian diikuti oleh Distrik Bintuni yakni sebesar 11,09%, dan Distrik Babo sebesar 9,03%. Sedangkan yang terendah di Distrik Moskona Barat yakni sebesar -10,64%. Distrik Manimeri walaupun menempati urutan teratas ketiga dari jumlah penduduk tetapi dari sisi laju pertumbuhan penduduknya masih dibawah laju pertumbuhan penduduk secara kumulatif yakni sebesar 2,74%. Sebaliknya, Distrik Biscoop yang menempati urutan terbawah ketiga dari jumlah penduduk namun dari sisi laju pertumbuhan penduduknya masih di atas laju pertumbuhan penduduk secara kumulatif yakni sebesar 4,85%.[14]
Lambang daerah
Tulisan Teluk Bintuni menjelaskan tentang nama wilayah geografis dan wilayah administratif Pemerintah Kabupaten.[16]
Tipa busur dan anak busur melambangkat adat dan budaya.
Lingkaran warna putih dan kuning melambangkan kehidupan rakyat dan pemerintahan dengan hati yang suci bersatu membangun daerah menuju Bintuni Baru.
Merah Putih dalam lidah api melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga semangat pemerintahan dan masyarakat dalam berkarya membangun daerah bangsa dan negara.
Padi dan kapas melambangkan perwujudan dari pancasila sebagai tuntunan terhadap keadilan yang merata dalam setiap aspek pembangunan.
Daratan dan gunung melambangkan kekayaan hasil hutan dan mineral.
Lima pilar melambangkan wujud 5 agama yang merupakan dasar pembangunan iman dan moral manusia, toleransi dan saling menghormati antar umat beragama.
Tujuh keping batu bara melambangkan 7 suku pribumi (Sebyar, Wamesa, Kuri, Irarutu, Moskona, Sough, dan Sumuri), sedangkan merah putih melambangkan suku nusantara yang telah menyatu dan rasa memiliki daerah ini
Percikan api dan Batu bara melambangkan potensi kekayaan alam disektor pertambangan .
Garis gelombang melambangkan potensi kekayaan laut.
Potensi daerah yang terbesar dari Kabupaten Teluk Bintuni adalah sektor pertanian, kelautan, dan pertambangan. Untuk sektor yang lain yaitu perikanan, perkebunan, industri migas yaitu LNG.[17]