Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Aru terletak antara 5°-8° Lintang Selatan dan 133°5’-136°5’ Bujur Timur.[4] Topografi daerah ini pada umumnya datar dan berawa-rawa.[4] Kabupaten Kepulauan Aru memiliki 187 pulau dengan hanya 89 pulau yang berpenghuni.[5] Lima pulau terbesar di antaranya Kola, Wokam, Kobror, Maekor, dan Trangan. Luas total daratan adalah 6.426km2 dengan luas lautan 7,6 kali luas daratan.[6]
Batas Wilayah
Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Aru berbatasan dengan:[4]
Secara topografi, seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Aru berupa hamparan dataran rendah berawa dan berada pada ketinggian 0 mdpl hingga 17 mdpl. Secara keseluruhan, wilayah Kabupaten Kepulauan Aru memiliki tingkat kemiringan lahan ≥25% dan tidak memiliki gunung ataupun area perbukitan.[7]
Iklim
Berdasarkan klasifikasi iklim, sebagian besar wilayah Kabupaten Kepulauan Aru beriklim tropis muson (Am). Terdapat dua musim di wilayah ini, yaitu musim kemarau pada umumnya berlangsung bulan April hingga September, dan musim hujan berlangsung bulan Oktober hingga Maret.[4] Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, sebaliknya curah hujan terendah terjadi antara bulan Agustus dan September.
Kabupaten Kepulauan Aru terdiri atas 10 kecamatan, 2 kelurahan, dan 80 desa dengan luas wilayah 8.152,42 km² dan jumlah penduduk 102.272 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru adalah 81.07.[16][17][18][19]
Gereja Kristen Bethania di Desa Lorang, Aru Tengah
Berdasarkan data Dukcapil Maluku tahun 2024, mayoritas penduduk kabupaten Kepulauan Aru menganut agama Kristen yakni 68,52%, di mana kebanyakan adalah Protestan yakni 58,88% dan selebihnya Katolik yakni 9,64%. Sementara itu, pemeluk agama Islam berjumlah 31,42%, kemudian Hindu 0,03%, Buddha 0,02% dan lainnya sebanyak 0,01%.[2]
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepulauan Aru mencatat, terdapat 238 Rumah Ibadah selama tahun 2019. Gereja terdiri dari 152 unit, gereja Protestan sebanyak 124 unit, dan gereja Katolik 28 unit. Sementara itu, Masjid sebanyak 82 buah, Musholah 3 unit dan 1 unit Vihara yang terdapat di kota Dobo.
Ekonomi
Lebih dari separuh ekonomi Kabupaten Kepulauan Aru bergantung pada pertanian. PDRB atas dasar harga berlaku kabupaten ini pada tahun 2019 adalah 3,5 triliun rupiah.[4] Laju pertumbuhan PDRB tahun 2015-2019 berkisar 5-6% per tahun.[4]
Pertanian
Hasil pertanian utama di Kepulauan Aru adalah tomat, cabai, pisang dan mangga.[4]
Pendidikan
Pada tahun 2019, hanya terdapat 5 taman kanak-kanak di Kabupaten Kepulauan Aru.[4] Sekolah dasar baik negeri maupun swasta berjumlah 141, sekolah menengah pertama berjumlah 42, dan sekolah menengah atas berjumlah 11 buah. Semua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Aru telah memiliki sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tetapi belum semua memiliki sekolah menengah atas, yaitu di Kecamatan Sir-Sir, Aru Selatan Utara, dan Aru Selatan Timur. Jumlah SMK di daerah ini berjumlah 6 buah (2019).[4]
Kesehatan
Per tahun 2019, apotek, rumah sakit dan rumah sakit bersalin di kabupaten ini hanya terdapat di ibukota kabupaten, yaitu Pulau-Pulau Aru.[4] Untuk fasilitas poliklinik baru terdapat di 3 dari 10 kecamatan. Namun, di setiap kecamatan telah memiliki puskesmas.[4]
↑Wakim, Mezak (2014). [kapata-arkeologi.kemdikbud.go.id "KEPULAUAN ARU DAN INTEGRASI KEBANGSAAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH DAN BUDAYA"]. Kapata Arkeologi: 25–26.;