Danau Anggi GijiPemandangan Danau Anggi Giji, Kabupaten Pegunungan Arfak. Foto yang diunggah oleh Dewi Pramanik sebagai bagian dari Wiki Loves Earth 2022
Danau Anggi Giji adalah sebuah danau pegunungan yang terletak di Sururey, Pegunungan Arfak , PapuaBarat.[1] Lokasinya berada dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten dengan sebuah bandar udara[2] di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1900 mdpl[3] dengan suhu udara mencapai 8-20 derajat celcius. Danau Anggi termasuk 10 danau tertinggi di Indonesia.[4] Luas Danau Anggi Giji mencapai 1.800ha (18km2) bersebelahan dengan Danau Anggi Gida yang memiliki luasan mencapai 2.500ha (25km2) dibagian timur yang dibatasi oleh topografi perbukitan. Bagi suku besar Arfak, mereka percaya danau ini memiliki jenis kelamin, Anggi Giji adalah danau laki-laki dan Anggi Gida adalah danau perempuan.[5]
Diperkirakan pada kawasan ini terdapat ribuan jenis tumbuhan anggrek dan legenda ikan Houn (sejenis belut) di dua danau yang diapit oleh sebuah perbukitan firdaus bernama Bukit Kobrey.[6] Selain keberadaan kedua danau tersebut, Cagar Alam Pegunungan Arfak juga berada di dalam wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak ini.[5]
Ekspedisi Awal dan Perintis Penelitian
Meskipun wilayah Papua telah dikunjungi oleh naturalis legendaris seperti Alfred Russel Wallace (yang mengeksplorasi daerah Kepala Burung dan Kepulauan Raja Ampat pada 1840-an) serta Odoardo Beccari dan Luigi D’Albertis (yang mengunjungi Pegunungan Arfak pada 1870-an), penemuan danau kembar Anggi Giji dan Anggi Gida baru tercatat sebagai prestasi setelah pergantian abad ke-20.[5]
Penemuan danau ini diikuti dengan upaya eksplorasibotani. Pada April 1904, A. van Oosterzee, seorang pejabat pemerintah di Manokwari sekaligus penjelajah, menjadi orang Eropa pertama yang mengoleksi spesimen tumbuhan hidup dari danau-danau ini dan mengirimkannya ke Bogor. Setelah itu, pada tahun 1906–1907, kawasan di sekitar Danau Anggi menjadi fokus penelitian bagi Thomas Barbour, seorang pakar zoologi dari Amerika Serikat, yang berhasil mengoleksi amfibi dan reptil di lokasi tersebut dan Pulau Waigeo.[5]
Sejarah penelitian botani di Danau Anggi diperkaya dengan kehadiran L.S. Gibbs pada Desember 1913. Sebagai seorang peneliti independen, penjelajah, dan wanita ilmuwan pertama yang secara khusus tertarik pada ekologi dan vegetasi pegunungan tropis di Nugini, Gibbs berhasil mengumpulkan lebih dari 330 jenis tumbuhan di Danau Anggi.[5]
Hidrologi DAS
Danau Anggi Giji merupakan bagian dari ekosistemDAS Warjori yang berada pada kawasan hulu daerah aliran sungai tersebut.[7] DAS Warjori memiliki aliran utama Sungai Warjori yang bermuara di kawasan pesisir Mansaburi, Masni, Kabupaten Manokwari, perairan Samudera Pasifik.[8] Danau ini memiliki luas tangkapan air sekitar 138km2 (13.800ha) dengan outlet di 1°19′59″S133°53′35″E / 1.333°S 133.893°E / -1.333; 133.893. Selain pegunungan di sekeliling kawasan danau, sumber tangkapan air paling luas berasal dari kawasan pegunungan di timur laut danau tersebut.[9] Kondisi lahan di daerah tangkapan air Danau Anggi Giji lebih rentan mengalami kerusakan, dikarenakan tipe tutupan lahan berupa pohon kecil dan semak yang mempunyai kemampuan mempertahankan kestabilan tanah yang rendah.[10]
Curah hujan tahunan rata-rata di kawasan ini sekitar 3.236 mm/tahun dengan evapotranspirasi tahunan diperkirakan sebesar 1.112 mm/tahun.[11]
↑"Penilaian Awal Potensi Kerusakan Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat". Musamus Fisheries and Marine Journal. 4: 77–94. 2021. doi:10.35724/mfmj.v4i1.3664.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑matt@mgyhdro.com, Matthew Heberger,. "Watershed Data Report". mghydro.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-09. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)