Ladang ini ditemukan pada dasawarwa 1990-an[4] dan mulai berproduksi dimulai pada bulan Juni 2009.[5]
Gas alam yang diekstraksi dari ladang akan dicairkan untuk membentuk gas alam cair (LNG - liquified natural gas) yang akan diangkut ke para konsumen di Asia, terutama Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Projek ini diharapkan membolehkan Indonesia untuk tetap menjadi pemasok penting bagi pasar gas alam dunia, sebagai pengganti bagi menyusutnya produksi Ladang gas Arun di Lhokseumawe, Aceh, Sumatra.