Sejarah
Terdapat kisah unik di balik tarian ini, Konon dulunya anak perempuan Sultan Ternate, Haerun, pernah menangis selama tujuh hari tujuh malam.
Tangisan tersebut baru berhenti ketika ada dua orang dari Desa Sasadu datang dan memperagakan tarian dan nyanyian untuk menghibur sang bayi.
Sultan kemudian dikisahkan menyebut gerakan tersebut sebagai Tarian Sara Dabi-dabi.[2]