Mohammad Sanusi Hardjadinata (lahir dengan nama Samaun; 24 Juni 1914–12 Desember 1995) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kedua dari tahun 1975 hingga 1980. Sebelum menjabat sebagai ketua partai, beliau memegang berbagai posisi selama masa kepresidenan Soekarno dan Soeharto, termasuk sebagai Gubernur Jawa Barat, anggota Majelis Konstitusi, dan menteri kabinet di Kabinet Djuanda dan Kabinet Ampera.
Sanusi lahir dari keluarga priyayi yang berada di Garut, Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia diangkat menjadi wakil residen Priangan. Pada April 1948, ia ditangkap dan ditahan oleh otoritas Belanda karena menentang pembentukan Negara Pasundan yang didukung Belanda. Ia dibebaskan pada Juli 1948, dan berangkat ke Yogyakarta dan kemudian Madiun. Di sana, ia membantu membangun kembali kota setelah pemberontakan komunis yang gagal yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Pada tahun 1949, ia diangkat menjadi Pelaksana Tugas Residen Priangan, dan selama transisi dari negara federal ke negara kesatuan, ia menjabat sebagai kepala pendidikan negara bagian Pasundan. Pada tahun 1951, Sanusi diangkat menjadi gubernur Jawa Barat, meskipun pengangkatannya awalnya ditentang oleh majelis provinsi. Sebagai gubernur, ia membantu menyelenggarakan Konferensi Bandung dan mendirikan Universitas Padjadjaran pada tahun 1957.
Karier
Kepartaian dan residensi
Pada tahun 1947, Sanusi Hardjadinata mengawali karier politik dengan menjabat sebagai Ketua Partai Nasional Indonesia Cabang Garut. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil ResidenPriangan (1947–1948) dan Residen Madiun (1948–1949), serta Residen Priangan (1950–1951).[1]
Gubernur dan jajaran kementerian
Sanusi Hardjadinata kemudian menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat ke-5 (1951–1957). Setelah masa jabatannya sebagai gubernur berakhir pada tahun 1957, ia dipilih sebagai Menteri Dalam Negeri dengan masa jabatan hingga tahun 1959 pada Kabinet Karya. Selain itu, Sanusi Hardjadinata menjabat sebagai Rektor Universitas Padjadjaran hingga tahun 1966. Pada Kabinet Ampera II (1967–1968), Sanusi Hardjadinata terpilih sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.[1][2]
Akhir karier
Sebelum mengakhiri karier politik, Sanusi Hardjadinata menjabat sebagai Ketua Partai Demokrasi Indonesia. Ia mengundurkan diri sebagai ketua pada Oktober 1980.[2]
Galeri
Potret resmi Sanusi Hardjadinata sebagai Gubernur Jawa Barat
Potret saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, 1954
Potret saat menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri
Potret saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan