Populorum progressio adalah sebuah ensiklik yang ditulis oleh Paus Paulus VI mengenai topik "pembangunan bangsa-bangsa" dan bahwa ekonomi dunia harus melayani umat manusia dan bukan hanya segelintir orang. Ensiklik ini dikeluarkan pada tanggal 26 Maret 1967.
Hal ini menyentuh berbagai prinsip ajaran sosial Katolik seperti hak atas upah minimum; hak atas jaminan pekerjaan; hak atas kondisi kerja yang adil dan wajar; hak untuk bergabung dengan serikat pekerja; dan tujuan universal sumber daya dan barang.
Isi
"Humanisme"
Paul VI menganut "humanisme transenden yang melampaui kodratnya dan menganugerahkan kepenuhan hidup yang baru", yang ia gambarkan sebagai 'humanisme baru'. Mengambil inspirasi dari Humanisme Integral karya Jacques MaritainL'humanisme intégral, Paus Paulus VI menyatakan bahwa "tujuan utama adalah humanisme yang utuh". Mengutip Pensées karya Blaise Pascal:
Humanisme sejati menunjukkan jalan menuju Tuhan dan mengakui tugas yang kita emban, tugas yang menawarkan makna sejati kehidupan manusia. Manusia bukanlah ukuran akhir dari manusia. Manusia menjadi manusia sejati hanya dengan melampaui dirinya sendiri. Dalam kata-kata Pascal: "Manusia melampaui manusia lain tanpa batas."[1]