Divini Redemptoris (dari incipit "Divini Redemptoris promissiocode: la is deprecated ", Latin untuk "janji akan Penebus Ilahi") adalah sebuah ensiklikanti-komunis yang dikeluarkan oleh Paus Pius XI. Diterbitkan pada tanggal 19 Maret 1937. Dalam ensiklik ini, Paus berupaya untuk "mengungkapkan sekali lagi dalam sintesis singkat prinsip-prinsip ateistikKomunisme sebagaimana yang terutama termanifestasi dalam Bolshevisme".[1]
Mariano Cordovani O.P. (25 Februari 1883 – 4 April 1950) profesor teologi dogmatis di Kolese Santo Thomas, kemudian Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas, Angelicum dari tahun 1912 hingga 1921 dan Penguasa Istana Suci Di bawah kepemimpinan Paus Pius XI, beliau memberikan kontribusi khusus pada ensiklik tersebut dan kemudian menerbitkan karyanya Appunti sul comunismo moderno membahas posisi Gereja terhadap komunisme.[2][3]
Deskripsi
Ensiklik tersebut menggambarkan komunisme sebagai "sistem yang penuh dengan kesalahan dan sofisme" yang "menggulingkan tatanan sosial, karena berarti penghancuran fondasinya".[4]
Pius XI kemudian membandingkan Komunisme dengan civitas humana (peradaban manusia ideal), yang ditandai dengan cinta, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan ekonomi, dan hak-hak pekerja. Dia menyalahkan para industrialis dan pengusaha yang tidak memberikan dukungan yang memadai kepada para pekerja mereka karena menciptakan iklim ketidakpuasan yang membuat orang tergoda untuk memeluk Komunisme. Dia merujuk pada dua tulisan kepausan sebelumnya mengenai topik ini, Rerum novarum dan Quadragesimo anno.
Karya ini mengungkapkan keprihatinan atas pertumbuhan komunisme di Uni Soviet, Spanyol, dan Meksiko, dan mengutuk pers Barat atas "konspirasi bungkam" yang tampak jelas karena gagal meliput peristiwa-peristiwa tersebut di negara-negara tersebut.[5] Ensiklopedia ini diterbitkan lima hari setelah penerbitan ensiklik yang lebih kontroversial, Mit brennender Sorge, yang mengutuk rezim dan ideologi Nazi Jerman.