Sejarah
Ide pendirian perguruan tinggi pertama di Kabupaten Tapin ini berdasarkan dari Musyawarah Besar (Mubes) seluruh warga Tapin pada 2008 yang juga diikuti warga perantauan. Hasil dari mubes tersebut adalah deklarasi bahwa Tapin memerlukan lembaga perguruan tinggi yang ditujukan untuk anak-anak Tapin, terutama yang tidak mampu berkuliah di perguruan tinggi.[2]
Sebelum berdiri, Idis Nurdin Halidi, bupati Kabupaten Tapin saat itu membuat tim kajian pendirian politeknik yang terdiri dari para tokoh Tapin perantauan, tokoh pemuda, dan lain-lain. Setelah itu, terbentuklah yayasan yang bernama Yayasan Syekh Salma Al-Farisi dengan salah satu pendirinya H Muhammad Zaini atau Haji Izai.[2]
Pertama kali penerimaan mahasiswa di tahun 2009, terdapat 25 orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.[2]
Upaya untuk mengubah status Politeknik Syekh Salman Al-farisi menjadi negeri, dilakukan dengan syarat berupa luas lahan sekitar 10 ha yang telah terpenuhi melalui hibah selama tiga kali berturut-turut dari Pemda bersama DPRD Tapin. Selanjutnya, diperlukan adanya komitmen dari Pemerintah Kabupaten Tapin yang belum bisa didapatkan.[2]