Museum Asi Mbojo adalah bangungan istana Kesultanan Bima. Asi Mbojo dalam dalam bahasa Bima berarti istana orang Bima. Bangunan bergaya Eropa ini mulai dibangun pada 1927 dan selesai pada 1929, namun terdapat versi lain yang menyebutkan dibangun pada 1930 M pada masa Sultan Muhammad Salahudin.[2]
Bangunan Museum Asi Mbojo dirancang oleh arsitek bernama Obzichter Rehatta yang dibuang ke Bima oleh Pemerintah Hindia Belanda karena melawan Belanda.[3] Obzichter Rehatta dibantu oleh Bumi Jero.
Pembangunan istana Bima dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Dana pembangunan istana bersumber dari anggaran belanja kesultanan dan uang pribadi sultan.
IstanaBima memiliki luas tanah/Bangunan: 30,728 m2/824 m2.
Sejak 1929 atau 1930, Istana mulai dihuni oleh para ahli waris keturunan Bima.[butuh rujukan]
Pada 14 Januari 1997, museum ini diresmikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Warsito dan Bapak Bupati Bima H. Oemar Harun, BSc. Peresmian ini sekaligus renovasi dan penataan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan yang diresmikan oleh Bapak Bupati Bima, Adi Haryanto.[4]
Pada 1989, Istana Asi Mbojo berubah statusnya menjadi museum.[5] Kemudian pada bulan Maret 2008 menjadi UPTD Museum Asi Mbojo.[4]
Koleksi
Koleksi Museum Asi Mbojo terdiri atas benda-benda geologi, flora dan fauna, serta benda-benda yang berhubungan dengan upacara kehamilan, kelahiran, perkawinan, dan kematian. Di samping itu, terdapat pula pusaka milik kesultanan yang terbuat dari emas dan perak yang terdiri atas alat-alat upacara, senjata, peralatan makan, mahkota, dan perhiasan untuk penari.[6]
Gerbang timur (gerbang resmi yang merupakan pintu masuk sultan dan tamu sultan)
Lare-lare (berbentuk masjid 3 tingkat, dengan tingkat atas untuk menyimpan Tambur Rasana E dan dua buah lonceng sebagai tanda bahaya dan pengingat waktu)
Sekarang Asi Mbojo merupakan salah satu peninggalan arkeolog yang awalnya merupakan tempat tinggal raja-raja Bima yang dlu pernah berubah-ubah fungsi dari barak tentara, kantor ruang kerja dan terakhir (saat ini) sebagai Museum Asi Mbojo yang berfungsi sebagai tempatpenyimpanan benda-benda peninggalan Kerajaan Bima.