Di dalam lokasi kompleks masjid ini, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk di antaranya adalah Raden Patah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak dan para abdinya. Di kompleks ini juga terdapat museum–Museum Masjid Agung Demak–yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya masjid ini.[2]
Dindingnya berasal dari keramik Vietnam. Dengan bentuknya yang berasal dari konvensi ukiran kayu dan batu bataJawa, yang dianggap telah dipesan secara khusus. Penggunaan keramik daripada batu dianggap meniru masjid-masjid Persia.[3] Masjid Agung Demak Ini merupakan Pusat dari Keraton Demak Bintoro dengan ditandai adanya singgasana Majapahit[4] dan kayu jati Soko Guru, pendopo kerajaan Majapahit yang digunakan di Masjid ini.[5]
Referensi
↑Florida, Nancy K. (1995). "5: The Demak Mosque: A Construction of Authority". Babad Jaka Tingkir: Writing the past, inscribing the future: history as prophesy in colonial Java. Durham, N. C.: Duke University Press. ISBN0-8223-1622-6.