Terdapat perbedaan dari sejumlah arca Durga Mahisasuramardini yang ditemukan di Indonesia yang terdiri dari arca-arca lepas yang tersimpan di dalam candi atau bangunan suci lainnya. Hal ini dapat dilihat dari arca-arca yang masih di tempat seperti di kompleks candi Prambanan, Gedongsanga dan Candi Merak. Lain hal nya dengan arca Durga Mahisasuramardini yang terdapat di India, umumnya berupa pahatan-pahatan relief pada dinding candi. Seperti yang dapat ditemukan pada candi Faital Deul, Bhuvanesvar, Orissa, Ellora serta Mammalapuram.[7]
Secara umum, arca Dewi Durga memiliki beberapa kesamaan dalam penggambarannya.yaitu digambarkan sebagai wanita cantik yang memiliki tangan lebih dari dua dengan membawa senjata dan menaiki wahana singa dan satukaki lainnya berada diatas kepala asura. Namun juga terdapat beberapa perbedaan dalam beberapa arca yang telah ditemukan.[7]
India
Penggambaran arca di India sendiri secara umum digambarkan bertangan 4, 6, 8 atau lebih dan mempunyai mata ketiga. Namun terdapat penelitian juga yang menyatakan umumnya di India, bentuk Durga Mahisasuramardini digambarkan mengendarai singa yang sedang menyerang mahisasura dan digambarkan memiliki 4 sampai 24 tangan dengan memegang senjata berupa sakti, trisula, cakra, sankha, sara, vajra, tongkat, pasa, khadga, khetaka dan dhanu.[8]
Digambarkan sebagai wanita cantik memakai mahkota berbentuk karandamakutaserta memakai perhiasan yang mewah. Tangan kanan depannya digambarkan sedang bersikap abhaya hasta, tangan kanan belakang membawa cakra. Sedangkan tangan kiri depan membawa sankha. Bila digambarkan bertangan delapan, biasanya yang dibawa adalah sankha, cakra, sula, dhanu, bana, khadga, khetaka dan pasa.[9]
Menurut Silparatna arca Durga yang bertangan sepuluh digambarkan bermata tiga dan mengenakan jata-makuta yang berhiaskan candrakapala atau bulan sabit. Dilukiskan triban ga. Pada tangan kanannya membawa trisula, khadga, satyayudha, cakra dan menarik tali busur. Sebagai Katyayani dewi, digambarkan membunuh mahisa sura dengan senjata yang dibawa pada tangan kanannya yaitu trisula, khadga, bana, cakra, saktyayudha. Serta pada tangan kirinya membawa khetaka, pasa, ankusa, ghanta dan parasu.[10]
Durga Mahisasuramardini sebagai Candika digambarkan bertangan 20. Dengan membawa senjata sula, khadga, sankha, cakra, bana, sakti, vajra, gada kaca dan Mudgara.[11] Digambarkan asura berupa manusia berkepala kerbau yang dikepalsanya terdapat hiasan kepala, subang dan kain yang sederhana. Sedangkan Dewi digambarkan sebagai wanita muda yang cantik dengan raut muka marah duduk diatas singa. Kerbau digambarkan terpenggal kepalanya dan dari punuknya muncul (seorang) asura.
Indonesia
Dr. Sutjipto Wirjosuparto berpendapat bahwa bentuk-bentuk arca Durga di Indonesia dupahat berdasarkan naskah kakawin Ghatotkacasraya [12] Di Indonesia pada umumnya Durga Mahisasuramardini digambarkan berdiri diatas punggung kerbau yang terbaring ke arah kiri. Tangan kanan depannya menarik ekor kerbau dan tangan kiri depannya menarik rambut asura. Sedangkan tangan lainnya digambarkan memegang senjata.[13] Digambarkan durga memiliki 2, 4, 6, 8 dan 10 tangan. Dengan memakai hiasan jamakuta diatas kepalanya. Telinganya berhiaskan kundala yang memanjang dan hiasan badan yang mewah lainnya. Serta memakai kalung rangkap dari mutiara atau manikam yang diikat oleh band yang semakin ketengah semakin lebar.
Untuk asura sendiri, digambarkan seperti manusia biasa yang bertangan dua dengan atau tanpa senjata. Wajahnya menunjukkan ekspresi ketakutan dan munculdari bagian badan kerbau. Pada asura yang digambarkan membawa senjata, tangan kananya digambarkan membawa khetaka sedangkan tangan kirinya memegang khadga. Asura yang digambarkan tidak membawa senjata, dilukiskan kedua tangannya berada di depan dada dan tangan kirinya diletakkan diatas paha. Untuk hiasan sendiri asura digambarkan memakai hiasan sederhana berupa kalung, gelang,kundala, ikat pinggang dan kain berupa cawat. Untuk arca Durga yang digambarkan seperti di India yang sedang mengendarai singa jarang ditemukan di Indonesia. Terdapat satu penemuan dengan penggambaran tersrbut yang disimpan arcanya di Museum Pusat jakarta. Pada arca ini digambarkan Durga memiliki 10 tangan dengan emmegang senjata.[7]