Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Monumen Stasiun Radio PHB AURI PC-2 adalah monumen yang dibangun oleh AURI (sekarang TNI-AU) pada tahun 1982 dan diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1984, untuk mengenang betapa pentingnya siaran radio dari tempat ini untuk memberitakan kepada dunia bahwasanya Indonesia masih ada, melalui pemberitaan tentang Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terjadi setelah Belanda melaksanakan Agresi Militer Belanda II dan menyatakan bahwa Indonesia sudah tiada.[1]
Peristiwa itu bisa dipancarkan ke luar Yogyakarta, hingga Jakarta dan Sumatera hingga dunia melalui Stasiun Radio PHB AURI PC-2 yang berlokasi di Dusun Banaran, Desa Playen, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. Peristiwa itu juga dipancarkan melalui pemancar kecil yang dibangun Markas Besar Komando Djawa (MBKD) di Boro Kalibawang di perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta.[2]
Sejarah
Setelah Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948, Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda dan para pemimpin Republik ditangkap. Untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada dan mampu melawan, direncanakan Serangan Umum 1 Maret 1949.[2]
Peran Boediardjo
Peristiwa penyiaran berita keberhasilan Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak terlepas dari peran Boediardjo, seorang perwira TNI AU yang saat itu menjabat sebagai Kepala Perhubungan Udara AURI (Kadis PHB AURI).[3]
Boediardjo memimpin pendirian stasiun radio darurat rahasia dengan kode panggil PC2 di sebuah rumah petani di Dusun Banaran, Playen, Gunungkidul. Untuk menghindari deteksi Belanda, antena radio disembunyikan di pohon kelapa dan genset disembunyikan di lubang rahasia pada siang hari. Stasiun radio ini hanya dioperasikan pada malam hari.[3]
Setelah Serangan Umum berhasil menguasai Yogyakarta selama beberapa jam pada 1 Maret 1949, dini hari tanggal 2 Maret 1949, stasiun PC2 yang dipimpin Boediardjo mengirimkan berita kemenangan ini ke stasiun AURI lainnya. Berita kemudian diteruskan dari Bukittinggi ke Takengon (Aceh), lalu ke Rangoon (Burma), dan dari Burma ke All India Radio di New Delhi yang menyiarkannya ke seluruh dunia. Dari India, berita mencapai delegasi Indonesia di PBB di New York.[3]
Siaran ini menjadi kemenangan diplomatik yang luar biasa. Dunia mengetahui bahwa Indonesia masih memiliki pemerintahan dan tentara yang berfungsi, sekaligus mematahkan propaganda Belanda yang mengklaim Republik Indonesia sudah hancur.[2]
Monumen
Monumen Stasiun Radio PHB AURI PC-2 dibangun oleh AURI pada tahun 1982 dan diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1984.[1]
Pada tanggal 2 November 2016, situs ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Nomor 267/M/2016.[4]