Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Matius 1:6 (Terjemahan Baru)
Konteks Alkitab
Suatu pohon silsilah Isai karya Master of James IV of Scotland menggambarkan silsilah yang meliputi ayat ini.Isai-Daud-Salomo karya Michelangelo. Daud umumnya dilihat sebagai seorang yang di sebelah kiri dengan Salomo kecil di belakangnya.
Silsilah pada Lukas 3 dan Matius 1 mulai berbeda sejak ayat ini, setelah daftar sebelumnya dari Abraham sampai Daud adalah tepat sama. Injil Matius meneruskan ke Salomo, sedangkan Injil Lukas menghubungkan dengan putra Daud lain, Natan, yang kurang dikenal. Salah satu penjelasan perubahan ini adalah silsilah Lukas melacak garis keturunan ayah Maria, Eli, bukannya garis keturunan Yusuf.[2] Gundry berargumen bahwa perbedaan ini menekankan bahwa Matius melihat garis kepemimpinan orang Yahudi yang jatuh kepada Yusuf.[1]
IstriUria orang Het yang melahirkan Salomo dalam Alkitab Ibrani dicatat bernama Batsyeba. Ia merupakan salah satu dari empat perempuan yang dimasukkan dalam silsilah (selain Maria). Penyebutannya hanya dengan nama suami pertamanya menekankan posisinya sebagai perempuan asing dan perzinahannya dengan Daud.[1] Lihat Matius 1:3 untuk diskusi mengenai para perempuan dalam silsilah Yesus.
* Naskah-naskah kuno menyalin nama "Daud" ini umumnya berupa Δαβίδ ("Dabid"; "David"), meskipun beberapa juga dengan ejaan Δαυείδ ("Daueid") atau Δαυίδ ("Dauid")
123Gundry, Robert H.Matthew a Commentary on his Literary and Theological Art. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company, 1982.
↑John Gresham Machen Virgin Birth of Christ 1987 Page 203 "Bahwa Yesus dianggap sebagai putra Yusuf, tetapi sebenarnya adalah putra Heli, dan seterusnya. Heli ini adalah ayah Maria, dan kata "putra" dipakai dalam makna lebih luas sebagai "keturunan," sedangkan nama ibu Yesus tidak dicatat."