Dalam Alkitab Ibrani maupun Mishnah, kata "kekejian" atau "kejijikan" (bahasa Ibrani:שִׁקּוּץcode: he is deprecated , shiqǔts; bahasa Inggris:abominationcode: en is deprecated adalah istilah yang dikenal untuk menyebutkan "berhala",[1] dan karenanya dianggap mempunyai aplikasi yang sama dalam Kitab Daniel, sehingga dapat sewajarnay ditafsirkan serupa dengan pada Ezra 9:1–4 "kekejian yang tidak bergerak" ("motionless abomination") atau juga "kekejian yang menjijikkan" ("appalling abomination").[2]
Catatan Alkitab
Kitab Daniel
Frasa "kekejian yang membinasakan" dijumpai pada tiga tempat dalam Kitab Daniel, semua dalam konteks sastra penglihatan mengenai akhir zaman (apokaliptik).
Daniel 9:27: "Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."
Daniel 11:31: "Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan."
Daniel 12:11: "Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari."
Kitab 1 Makabe
Menurut 1 Makabe 1:54, "kekejian" itu pernah didirikan di atas mezbah persembahan bakaran.[3]
Matius 24:15-16: "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--"
Markus 13:14: "Namun, bilamana kamu melihat si pembinasa keji, yang disebutkan oleh Nabi Daniel, sedang berdiri di tempat yang tidak seharusnya, --yang membaca hendaklah dia mengerti-- pada waktu itu mereka yang ada di Yudea hendaklah melarikan diri ke pegunungan." (MILT, 2008)
Pada khotbah di atas Bukit Zaitun dalam Injil Lukas, peringatan Yesus mengenai kekejian yang membinasakan ini tidak dicatat, tetapi tanda untuk meninggalkan Yerusalem dicatat secara jelas yaitu pada waktu Yerusalem dikepung oleh tentara (Lukas 21:20–21)
↑Apocalypse Against Empire: Theologies of Resistance in Early Anathea Portier-Young - 2011 "The precise referent or form of the desolating abomination remains obscure, yet it appears closely connected with new sacrificial practices.26 According to 1 Maccabees 1:54, the abomination was erected on the altar of burnt offering.
↑Dalam Injil Markus, frasa "yang diucapkan oleh Daniel sang nabi" tidak dimuat dalam Codex Sinaiticus, sehingga sejumlah versi Alkitab modern tidak menyebutkannya, tetapi frasa ini dijumpai pada semua naskah lain, termasuk yang lebih tua.