Betania (Yunani Kuno: Βηθανία}},[3]Suryani: ܒܝܬ ܥܢܝܐ Bēṯ ʿAnyā), disebut secara lokal dalam bahasa Arab al-Eizariya atau el-Aizariya (Arab: العيزرية, "tempat Lazarus"), adalah kota Palestina di Kegubernuran Yerusalem Palestina, berbatasan dengan Yerusalem Timur, di Tepi Barat. Terletak sekitar 2 mil (3,2km) di sebelah timur Yerusalem.[4] Nama al-Eizariya merujuk pada tokoh Perjanjian Baru dalam Alkitab, Lazarus dari Betania, yang menurut Injil Yohanes, dibangkitkan dari kematian oleh Yesus di kota ini.[5] Lokasi tradisional mukjizat tersebut, Makam Lazarus, di kota ini adalah tempat ziarah. Pada zaman Perang Salib, al-Eizariya disebut sebagai Betania oleh orang-orang Kristen. Nama Betania berasal dari bahasa Aram Ibrani (bahasa Ibrani:בֵּית־תְּאֵנָהcode: he is deprecated beit-te'enah, beit: "rumah"; te'enah: "pohon ara") artinya "rumah dari (pohon) ara ".
Lazarus. Lazarus ini pernah dibangkitkan oleh Yesus dari kematian.[7]
Maria dan Marta. Lazarus adalah saudara dari kedua perempuan ini (tampaknya saudara sepupu, bukan saudara kandung). Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.[8]
Yesus bermalam di desa ini selama beberapa hari menjelang kematian-Nya.[10]
Tempat bersejarah
Makam Lazarus di al-Eizariya
Makam Lazarus (bahasa Inggris: Tomb of Lazarus) dianggap tempat di mana Lazarus pernah dibangkitkan oleh Yesus dari kematian.[7] Tempat ini dianggap keramat oleh orang Kristen dan Islam. Di atasnya didirikan gereja yang asalnya didirikan pada abad ke-4 M, tanpa ada informasi lain sebelummya.[11]
Nama yang sama
Ada tempat lain di Alkitab yang bernama, Betania yang di seberang sungai Yordan di mana Yohanes (Pembaptis) membaptis.[12], atau disebut Bethabara dalam Alkitab bahasa Inggris. Letaknya di tepi sungai Yordan, sebelah utara Laut Mati.