Keterangan: menandakan rute 12A menuju Kenjeran Park. menandakan rute 12B menuju Terminal Purabaya. menandakan pemberhentian tipe shelter. menandakan pemberhentian tipe rambu bus stop.
Unit Suroboyo Bus koridor loop R5/R6 melintasi Halte Kenjeran Park pada 17 Juni 2021, sebelum digantikan bus listrik.
Rute 5 dan Rute 6 (disingkat R5 dan R6) menjadi layanan bus perkotaan perintis dengan model operasional berupa sistem loop (memutar) yang melintasi jalur MERR untuk pertama kalinya, dikarenakan sebelumnya jalur tersebut belum tersentuh angkutan umum lainnya. Rute 5 dan 6 ini mulai dioperasikan sejak 17 Agustus 2019.[1][2]
Berdasarkan evaluasi, jumlah penumpang harian Rute 5 dan 6 tergolong lebih sepi dibandingkan koridor Suroboyo Bus lainnya. Salah satunya disebabkan jumlah unit yang dioperasikan hanya sebanyak 2–3 bus per hari, sehingga menyebabkan jeda antar keberangkatan bisa mencapai hingga 60 menit sekali.[3][4] Layanan Rute 5 dan 6 mulai dihentikan dan ditutup pada 19 Desember 2022, bersamaan dengan mulai dilakukannya ujicoba operasional bus listrik Rute 3L Trans Semanggi Suroboyo pada tanggal 18–20 Desember 2022.[5][6][7]
Sebanyak 54 unit bus listrik yang sebelumnya dipakai sebagai transportasi dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali 16–17 November 2022 secara bertahap mulai dihibahkan ke layanan Teman Bus pada prioritas dua kota besar, yaitu Surabaya dan Bandung.[8][9] Dipilihnya kedua kota tersebut sebagai operator layanan bus listrik pertama kalinya dikarenakan adanya dukungan yang kuat dari pihak wali kota, DPRD dan masyarakat setempat, serta adanya komitmen untuk mengurangi penggunaan angkutan pribadi dengan angkutan umum yang ramah lingkungan.[10][11]
Dari keseluruhan jumlah unit bus listrik, 34 unit diantaranya dihibahkan ke Perum DAMRI Cabang Surabaya untuk operasional dua koridor baru Trans Semanggi Suroboyo. Pembagiannya masing-masing tujuh belas unit disebarkan pada koridor 2 relasi perjalanan Terminal Purabaya–Kenjeran Park dan koridor 5 relasi perjalanan Tunjungan–Benowo.[12][13] Sedangkan sembilan belas unit lainnya dihibahkan ke Perum DAMRI Cabang Bandung untuk difungsikan pada layanan koridor 4Trans Metro Pasundan.[14][15]
Spesifikasi unit bus listrik
Kenampakan salah satu unit bus listrik Koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo bernomor lambung TB-III-06 berangkat dari peron Terminal Purabaya pada 22 Desember 2022. Livery yang digunakan masih menggunakan desain bekas konferensi G20 di Bali.
Unit bus yang digunakan pada koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo merupakan bus listrik bernama E-Inobus produksi PT INKA dengan desain dek rendah.[16] Produksi bus listrik ini merupakan hasil kolaborasi riset proyek bus listrik Merah Putih (BLiMP) antara PT INKA dengan Kemendikbudristek serta menggandeng perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.[17] Bus listrik ini berbentuk bus sedang dengan panjang 8,1 meter dan lebar sekitar 2 meter, serta berkapasitas ideal 24 penumpang, dengan rincian sembilan belas penumpang bertempat duduk dan lima penumpang berdiri.[18] Secara spesifikasi, bus listrik ini mempunyai tingkat kebisingan rata-rata sebesar 71 dB, jauh lebih rendah dibandingkan dengan bus tenaga diesel yang rata-rata kebisingannya sebesar 85 dB. Sedangkan durasi pengisian daya (charging) diperlukan waktu selama 3–4 jam untuk menempuh jarak tempuh sekali perjalanan mencapai 200 km. Bus juga tidak memiliki knalpot, sehingga secara otomatis emisi gas buangnya tidak ada atau sama dengan nol.[19]
Peluncuran dan pengoperasian
Beberapa unit bus Trans Semanggi Suroboyo dan bus kota reguler terparkir rapi di area parkir khusus bus perkotaan di Terminal Purabaya, 22 Desember 2022.
Koridor 3L mulai diluncurkan pada 20 Desember 2022 sebagai penerus dari Rute 5 dan 6 Suroboyo Bus, menjadikan koridor ini sebagai koridor kedua Trans Semanggi Suroboyo yang beroperasi. Dengan mulai dioperasikannya koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo pada Desember 2022, maka terdapat penambahan beberapa titik halte pada ruas jalan antara Terminal Purabaya hingga Jalan Rungkut Madya.[20] Sebanyak 62 halte tersebar dari ruas Jalan Ahmad Yani, Dolog, Jemur Andayani, kawasan Rungkut Industri (SIER), Rungkut Madya, ruas Jalan Lingkar Dalam Timur Surabaya (MERR), Jalan Kenjeran, hingga Kenjeran Park.[21] Namun terdapat beberapa halte koridor R5/R6 Suroboyo Bus yang tidak dilintasi lagi oleh koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo, seperti Halte Kertajaya Indah dan Halte ITS pada ruas Jalan Raya Kertajaya Indah serta Halte Gunung Anyar dan Halte Puri City pada titik terminus di ujung selatan.[22][23]
Terkait adanya laporan masyarakat mengenai penghentian laju bus oleh supir angkutan kota trayek relasi Jembatan Merah–Kenjeran di kawasan Kenjeran Park pada 22 Desember 2022, Dishub Surabaya memberikan klarifikasi bahwa telah terjadinya miskomunikasi antara supir angkutan kota dengan pramudi koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo. Sebelumnya, Dinas Perhubungan sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi secara bertahap kepada pihak organda dan masyarakat setempat, tetapi masih terdapat sebagian supir angkutan kota yang belum mengetahui perihal tersebut. Dinas Perhubungan memastikan operasional koridor 3 akan kembali beroperasi dengan normal serta tidak ada penolakan dari supir angkutan kota pada keesokan harinya.[24][25]
Pada tanggal 1 Januari 2023, Dishub Surabaya melakukan penataan ulang titik lokasi halte pemberhentian Trans Semanggi Surabaya pada ruas Jalan Raya Jemursari sampai Jalan Rungkut Industri Kidul. Hal ini dilakukan karena adanya gesekan dengan supir angkutan kota trayek relasi Joyoboyo–Sedati dan relasi Wonokromo–Sedati. Seterusnya, unit bus koridor 3 hanya akan berhenti di Halte Jemursari Selatan dan Halte SIER (seberang SPBU SIER) saja.
Setelah kembali beroperasi pada 25 Februari 2024, koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo tidak lagi melintasi ruas Jalan Ahmad Yani, Jemur Andayani dan kawasan Rungkut Industri (SIER), namun melintasi ruas Jalan Tol Waru-Juanda dan kembali melayani Halte Gunung Anyar, Kertajaya Indah dan Halte ITS. [26]
Kendala kontrak 2023
Operasional layanan koridor 3 Trans Semanggi Surabaya mulai dihentikan sementara sejak 1 Januari 2023 sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya, Ali Mustofa mengonfirmasi alasan berhentinya operasional layanan disebabkan terkendala kontrak yang habis pada 2022. Penandatanganan pembaruan kontrak antara Kemenhub RI dan operator untuk tahun 2023 belum dilakukan.[27]
Rute insidentil koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo yang dioperasikan oleh PT Seduluran Bus Suroboyo (ditunjukkan garis berwarna biru). Rute berlaku sejak operasional bus listrik milik Perum DAMRI dihentikan sementara sejak awal tahun 2023.
Setelah 22 hari mengalami kekosongan akibat ketidakpastian operasional bus listrik, akhirnya koridor insidentil pengganti koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo dikerahkan sejak 23 Januari 2023.[28] Keputusan ini diambil setelah Kemenhub memberikan solusi sementara berdasar hasil kesepakatan antara perwakilan masyarakat pengguna transportasi umum, manajemen Perum DAMRI selaku operator bus listrik dan institusi yang berkepentingan pada 13 Januari 2023.[29][30][31] Sebanyak lima unit bus diesel pada koridor 2 milik PT Seduluran Bus Suroboyo diperbantukan sementara pada koridor ini dengan menggunakan rute lama relasi Gunung Anyar Timur–Kenjeran Park saja.[32][33] Rute lintasan koridor insidentil ini tidak sampai ke Terminal Purabaya dikarenakan ruas Jalan Zamhuri menuju SIER yang tergolong sempit untuk dapat dilintasi bus besar. Akibat pemindahan rute ini menyebabkan waktu tunggu (headway) pada koridor 2 relasi Lidah Wetan–Kejawan Putih Tambak menjadi lebih lama.[34]
Kendala kontrak 2025
Pada 1 Januari 2025, koridor ini kembali berhenti beroperasi sementara selama 17 hari. Hal ini disebabkan oleh adanya evaluasi kontrak kerja layanan dari Kementerian Perhubungan. Layanan koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo kembali beroperasi pada tanggal 18 Januari 2025 dengan menggunakan bus diesel Laksana Nucleus berukuran sedang yang sebelumnya dioperasikan oleh Teman Bus Jogja.[35][36]
Pemutusan kontrak Teman Bus
Pada tanggal 22 Oktober 2025, Jawa Pos menayangkan artikel di Instagram yang menyatakan bahwa Kemenhub akan menarik seluruh unit Trans Semanggi Suroboyo 3L pada akhir tahun, dan bahwa Dishub Surabaya akan menggantikan dengan 7 unit Wirawiri Suroboyo pada 1 Januari 2026.[37] Menanggapi perubahan ini, Forum Diskusi Transportasi Surabaya membuka petisi,[38] dan mengumpulkan 1,777 tandatangan sebelum diserahkan ke DPRD dan Walikota Surabaya pada 26 Desember 2025.[39]
Koridor 12 Wirawiri Suroboyo
Pada perubahan pola layanan 1 Januari 2026, Trans Semanggi Suroboyo 3L resmi dialihkan menjadi Wirawiri Suroboyo FD12, dengan rute yang melewati halte Kendangsari Industri dan Jemursari sebelum masuk ke Frontage Ahmad Yani.[40] Layanan ini memiliki sebanyak 16 unit feeder eks Wirawiri Suroboyo FD1 yang sekarang beralih ke Suroboyo Bus rute 5.
Per 23 Februari 2026, Wirawiri Suroboyo FD12 kembali melewati tol Tb. Sumur–Waru seperti K3L, dan menghentikan layanan halte di Frontage A. Yani.
Galeri
Situasi stasiun pengisian bahan bakar bus listrik untuk unit-unit Trans Semanggi Suroboyo di Terminal Purabaya, 22 Desember 2022.
Kenampakan desain livery samping unit koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo dari arah samping. Stiker daun semanggi, Patung Suroboyo dan Gunung Semeru menjadi ciri khas pada unit-unitnya.
Unit Suroboyo Bus koridor loop R5/R6 melintasi Halte Gunung Anyar pada 17 Juni 2021. Halte Gunung Anyar tidak difungsikan lagi sejak Trans Semanggi Suroboyo koridor 3 beroperasi.
Salah satu unit koridor 3 Trans Semanggi Suroboyo melayani penumpang di Halte ITS.