Potret Terminal Jembatan Merah, atau lebih dikenal dengan nama Terminal Jayengrono dengan latar belakang Gedung Internatio. Terminal angkutan umum ini dibangun pada periode PELITA I (Pembangunan Lima Tahun Tahap I) antara tahun 1969–1974 dengan biaya Rp7.692.000.
Kawasan Jembatan Merah merupakan kawasan central business district di Kota Surabaya sejak sebelum abad 18. Hal ini didasarkan fakta bahwa lokasi ini terdapat di kawasan pelabuhan tradisional Kalimas dan dekat dengan pusat kantor pemerintahan.[1] Di lokasi ini menjadi titik temu dari berbagai moda transportasi air (kapal kayu, tongkang & perahu) dan transportasi darat (trem, dokar, angkutan kota & bus antarkota) pada masa itu.[2] Berbagai moda angkutan umum darat menggunakan tanah lapang di sebelah timur Gedung Internatio sebagai pangkalan dan tempat menunggu kedatangan penumpang dari kapal dan trem. Lokasi ini disebut sebagai Terminal Jayengrono (lokasi Taman Sejarah saat ini). Tahun 1910, Pemerintah Hindia Belanda memindahkan aktivitas Pelabuhan Kalimas ke Pelabuhan Tanjung Perak. Tahun 1978, Pemerintah Kota Surabaya menghentikan seluruh operasional trem.[3][4]
Terminal Jembatan Merah menjadi salah satu titik lintasan dan titik temu dari lima belas trayek angkutan kotaSurabaya. Angkutan kota tersebut menghubungkan halte ini dengan beberapa titik halte, pangkalan dan subterminal yang tersebar di wilayah perkotaan Surabaya. Jenis unit angkutan kota ini menggunakan kendaraan Suzuki Carry berkapasitas normal 12 tempat duduk, berpintu samping, serta memiliki kode alfabet dan warna bodi kendaraan yang berbeda pada setiap trayek. Berikut adalah beberapa titik jangkauan kelimabelas trayek angkutan kota Surabaya yang beroperasi di Terminal Jembatan Merah.[9][10][11]
Terminal Jembatan Merah merupakan titik awal dan akhir dari lintasan MPU antarkota Toyota Kijang trayek Terminal Jembatan Merah jurusan Surabaya - Gresik PP. Jangkauan trayek MPU antarkota sepanjang 31km tersebut dimulai dari halte ini menuju Terminal Tambak Osowilangon, Sentolang, Terminal Bunder, Suci dan mengakhiri perjalanan di Pertigaan Tenger. Jadwal keberangkatan MPU antarkota tersebut tersedia hampir 24 jam.[12][13]
Jangkauan bus kota
Terminal Jembatan Merah menjadi titik awal serta titik temu dari tiga trayek bus kota Surabaya. Bus kota tersebut menghubungkan terminal ini dengan beberapa titik di penjuru selatan kota seperti Bungurasih dan Sidoarjo. Berikut merupakan jangkauan trayek bus kota yang terdapat di Terminal Jembatan Merah.