Ekuador dan Taiwan pertama kali menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1946 di tingkat menteri. Pada tahun 1971 Ekuador memberikan suara mendukung Resolusi 2758 Majelis Umum PBB, yang mengakui RRT sebagai perwakilan sah Tiongkok di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tak lama kemudian pemerintah Ekuador memutuskan hubungan diplomatik dengan ROC.[1] Meskipun tidak ada hubungan diplomatik, Taiwan tetap memiliki kantor perwakilan di Ekuador — Kantor Komersial Taipei di Quito, Ekuador.[2]
Kantor perwakilan
Kantor Komersial Republik Tiongkok, Quito, Ekuador berfungsi sebagai kedutaan besar Taiwan di Ekuador secara de facto hingga dipaksa untuk berganti nama menjadi Kantor Komersial Taipei, Quito, Ekuador pada tahun 2017 oleh otoritas Ekuador karena tekanan dari otoritas Tiongkok.[3][4][5]
Interaksi perdagangan dan komersial antara Ekuador dan Taiwan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut sebuah laporan berita, minat Taiwan terhadap udang Ekuador telah meningkat, dan negosiasi perdagangan yang sebelumnya sekitar US$150 juta sebelum tahun 2020 meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2023 menjadi lebih dari US$300 juta.[6]
Ekspor pertanian dan hasil laut Ekuador dipandang oleh para pejabat Taiwan sebagai peluang untuk kerja sama yang lebih dalam, seiring Taiwan berupaya mendiversifikasi rantai pasokan di Amerika Latin.
Pertukaran budaya dan pendidikan
Taiwan dan Ekuador terlibat dalam pertukaran pendidikan, budaya, dan antar masyarakat. Taiwan menawarkan beasiswa kepada mahasiswa Ekuador dan mendukung program-program penjangkauan di Ekuador melalui kantor perwakilannya di Quito.[7]