FFI 2023 mengangkat tema "Piala Citra", kata 'Citra' yang bermakna 'bayangan' atau 'imaji' diambil karena punya makna besar bagi FFI, kata tersebut terinspirasi dari sajak karya Bapak Perfilman Nasional, Usmar Ismail, yang kemudian disematkan sebagai nama anugerah perfilman Indonesia, yang telah diberikan sejak tahun 1967 dan menjadi simbol supremasi tertinggi perfilman Indonesia.[2]
Like & Share: Yang Tidak Tertangkap Layar dari Rekaman KBGO– Permata Adinda – Cinemapoetica.com
Dari Kisah Traumatis Anak Yatim Sampai Reproduksi Mitos Pribumi Malas: Catatan Atas Film Gundala (2019) dan Sri Asih (2022) – Sunlif Thomas Alexander – Langgar.co
Limbotopia Urban: Membongkar Pola Naratif Time Loop Film Sabar Ini Ujian – Erina Adeline Tandian & Yohanes Yoga Prayuda – YouTube/ErinaAdeline
Mengelamkan Pesantren Secara Sinematik dalam Qorin: Percaturan Politik Gender dan Pesantren – Moch, Taufik Hidayatullah – moch-taufik-hidayatullah.blogspot.com
Menjadi Laki-Laki dalam Bingkai Patriarki: Membongkar Demistifikasi Hegemoni dalam Autobiography (2022) – Ni Luh Ayu Sukmawati – niell-overhere.blogspot.com
"Citra" menjelang pengumuman pemenang Film Cerita Panjang Terbaik
In Memoriam
Berikut adalah tokoh-tokoh yang masuk dalam segmen "Dalam Kenangan (In Memoriam). Segmen ini mengenang para tokoh industri perfilman yang meninggal dunia pada tahun 2022.
Mereka yang berpulang rentang Desember 2022–November 2023: