ENSIKLOPEDIA
Rossa
| Kanjeng Mas Ayu Swarakaloka • Dato' Sri Rossa KMATS • SSAP • KMAS • DIMP | |
|---|---|
Rossa saat menggelar konser "The Journey of 21 Dazzling Years" pada tahun 2017 | |
| Lahir | Sri Rossa Roslaina Handiyani 9 Oktober 1978 (umur 47) Sumedang, Jawa Barat, Indonesia |
| Nama lain |
|
| Almamater | Universitas Indonesia |
| Pekerjaan | |
| Suami/istri | [1] |
| Anak | 1 |
| Karier musik | |
| Genre | |
| Instrumen | |
| Tahun aktif | 1988–sekarang |
| Label | |
| Situs web | rossaofficial |
| Tanda tangan | |
Rossa (lahir Sri Rossa Roslaina Handiyani, lahir 9 Oktober 1978), atau yang akrab di panggil Teteh Ocha di Indonesia, dan Dato’ Sri Rossa[2] di Malaysia, adalah seorang penyanyi Indonesia. Ia adalah Diva Pop Indonesia Terlaris Sepanjang Masa berdasarkan penjualan album-albumnya.[3] SM Entertainment, Anugerah Planet Muzik, Asia Pop 40 dan media-media Asia Tenggara menyebut Rossa sebagai "Ratu Pop Indonesia (Queen of Pop Indonesia)". Selain sebagai penyanyi, ia juga seorang pebisnis, aktris, produser rekaman, produser eksekutif film, sutradara video klip, juri, dan presenter.[4]
Sebagai seorang diva Indonesia, Rossa telah menghasilkan banyak lagu hit dan meraih berbagai sertifikasi penjualan, termasuk Multi-Platinum dan Million Award untuk album-albumnya. Bahkan hingga terkenalnya lagu-lagu milik Rossa, ia pernah dibayar Rp150 juta untuk menyanyikan lagu “Sakura” dan Rp210 juta untuk lagu “Ayat-Ayat Cinta”.[5] Ia juga merupakan artis Indonesia termahal di Malaysia & Singapura.[6][7] Serta salah satu yang termahal di Indonesia.[8][9]
Presenter Metro TV, Alvin Adam, dalam buku biografinya The Story Book Just Alvin Part.2, menyebut Rossa sebagai "Ratu Konser Indonesia (Queen of Concert Indonesia)" karena terlalu banyaknya permintaan konser.[10] Pendapat serupa juga disampaikan oleh penyanyi Judika, yang menilai Rossa sebagai diva musik dengan intensitas konser tertinggi di Indonesia.
Sejak akhir 1990-an, Rossa telah merilis album-album yang dipasarkan di Indonesia, Asia Tenggara, dan Jepang.[11] Lagu-lagunya kerap digunakan sebagai lagu tema film dan sinetron, dengan jumlah lebih dari 170 judul. Hingga tahun 2023, Rossa tercatat telah menjual lebih dari 12 juta kopi album fisik di bawah label Trinity Optima Production dan Inspire Music.[12]
Album kompilasi The Best of Rossa (2011) menempati posisi ke-3 dalam daftar 10 album terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan penjualan lebih dari 5 juta kopi.[13][14] Album Love, Life & Music (2014) mencatat rekor penjualan album tertinggi dalam satu hari di Indonesia, dengan penjualan lebih dari 100.000 kopi, dan memperoleh sertifikasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) serta Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).[15] Hingga tahun 2022, Rossa telah menerima lebih dari 120 penghargaan, menjadikannya salah satu penyanyi dengan jumlah penghargaan terbanyak dalam sejarah musik Indonesia.[16]
Pada tahun 2017, Rossa merilis album A New Chapter yang diproduseri olehnya dan melibatkan sejumlah musisi internasional.[17] Album tersebut meraih sertifikasi 4× Platinum. Pada tahun 2018, Rossa menerima "Planet Muzik Special Award (Legend Award)" dari Anugerah Planet Muzik, dan menjadi penyanyi Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan tersebut.[18]
Pada Februari 2019, Rossa bergabung dengan SM Entertainment, perusahaan hiburan asal Korea Selatan yang menangani artis-artis internasional seperti BoA, Super Junior, Exo dan Girls' Generation, dan menjadi artis Indonesia pertama serta artis solo Asia Tenggara pertama yang berada di bawah naungan perusahaan tersebut.[19]
Pada tahun 2023, Rossa merilis album Another Journey: The Beginning, bagian pertama dari proyek album trilogi. Album yang diproduseri oleh Rossa ini meraih sertifikasi Double Platinum dengan penjualan 150.000 kopi dalam waktu 22 hari setelah perilisan. Album tersebut juga menempati posisi No.1 di tangga album iTunes. Tiga bulan setelah dirilis, album ini memperoleh sertifikasi 4× Platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 kopi.[20] Dalam kurun waktu delapan bulan, album ini kembali meraih sertifikasi Multi-Platinum setelah berhasil terjual sebanyak 500.000 kopi.[21]
Biografi
1988–2005: Gadis Ingusan - Kembali
Rossa mulai bernyanyi pada usia tujuh tahun dan merilis album debutnya sebagai penyanyi cilik pada usia sepuluh tahun melalui album Gadis Ingusan (1988).[22] Pada 1990, ia merilis album kedua bertajuk Untuk Sahabatku di bawah naungan Dian Records/Pro-Sound.[23] Namun, kedua album tersebut belum meraih kesuksesan komersial.
Nama Rossa mulai dikenal luas setelah merilis album Nada-Nada Cinta pada 27 Januari 1996. Album ini memuat lagu-lagu populer seperti “Nada-Nada Cinta” dan “Sebening Embun di Hatiku”, serta terjual lebih dari 750.000 kopi. Singel tersebut menempati tangga lagu MTV Ampuh Song of the Year dan mencatatkan 18 minggu berturut-turut di posisi puncak MTV Ampuh Longest Stay #1, menjadikannya sebagai lagu dengan peringkat terlama kedua sepanjang sejarah tangga lagu tersebut.[24] Pada periode album ini, Rossa juga mencoba kemampuan aktingnya dalam serial televisi Dua Sisi Mata Uang.[25]
Kesuksesan tersebut berlanjut melalui album Tegar, yang meraih sertifikasi 4x platinum dalam kurun waktu tiga bulan dan semakin melambungkan popularitas Rossa hingga ke negara-negara tetangga.[26] Lagu “Tegar” juga digunakan sebagai lagu tema sinetron Suami, Istri & Dia yang dibintangi Dicky Candra dan Alya Rohali serta ditayangkan di RCTI. Melalui album ini, Rossa meraih lima nominasi AMI Awards serta sejumlah penghargaan musik lainnya, termasuk Penyanyi Wanita Terfavorit di MTV Indonesia Awards dan Bintang yang Menyihir Publik dari Cek & Ricek.[26][27]
Pada 26-29 Oktober 2000, Rossa tampil sebagai wakil Indonesia dalam festival musik Vietnam My Love di Hanoi. Pada tahun yang sama, ia merilis album Hati Yang Terpilih, yang juga menjadi lagu tema sinetron yang dibintangi Dina Lorenza dan Ferry Irawan. Album ini terjual lebih dari 450.000 kopi dan mengantarkan Rossa meraih penghargaan AMI Awards 2001 sebagai Penyanyi Solo Wanita Pop Progressive Terbaik.[26][28]
Di tengah kesibukan bermusik, Rossa menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada Februari 2002. Pada Mei 2002, Rossa merilis singel “Kini” karya Yovie Widianto, yang merupakan bagian dari album Kini yang dirilis pada 30 April 2002. Album ini terjual lebih dari 500.000 kopi dan meraih penghargaan AMI Awards 2002 sebagai Artis Solo Wanita Pop Terbaik.[29] Versi Kini (Repackaged Edition) album tersebut dirilis pada 2003 dengan tambahan lagu “Malam Pertama”, yang memperoleh sertifikasi Double Platinum dan mencatatkan 8 minggu berturut-turut di posisi puncak MTV Ampuh Longest Stay #1, menjadikannya sebagai lagu dengan peringkat terlama ketiga sepanjang sejarah tangga lagu tersebut.[30]
Pada 24 Desember 2004, Rossa merilis album Kembali yang menampilkan konsep pop progresif dan melibatkan sejumlah musisi, termasuk Icha Jikustik, Lucky Element, serta Yoyo dalam proses aransemen.[31] Beberapa lagu dalam album ini sebelumnya telah digunakan sebagai lagu tema sinetron, seperti “Pudar” dan “Bicara Pada Bintang”. Album Kembali meraih sertifikasi Platinum dalam tiga bulan, kemudian meningkat menjadi Double Platinum, serta terjual lebih dari 800.000 kopi dalam sembilan bulan. Melalui album ini, Rossa meraih penghargaan AMI Awards 2005 sebagai Penyanyi Solo Wanita Pop Terbaik melalui lagu “Aku Bukan Untukmu”.[32] Album tersebut juga dirilis di Malaysia pada 2005 dan turut memperluas popularitas Rossa di kawasan Asia Tenggara. Pada tahun yang sama, Rossa terlibat dalam album tribut From Us to U (Tribute to Titiek Puspa) dengan membawakan lagu “Cinta” serta “Marilah Kemari”.[33]
2006–2010: Yang Terpilih - Harmoni Jalinan Nada dan Cerita
Pada Februari 2006, Rossa terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang MTV Asia Awards yang diselenggarakan di Bangkok.[34] Pada Desember 2006, ia merilis album Yang Terpilih, yang memuat lagu-lagu hit dari album sebelumnya serta tiga lagu baru, yakni “Terlalu Cinta” dan “Tak Termiliki” ciptaan Yovie Widianto, serta “Atas Nama Cinta” ciptaan Melly Goeslaw.[35] Lagu “Atas Nama Cinta” kemudian digunakan sebagai lagu tema sinetron Cinta Fitri.[36] Album ini juga dirilis di Malaysia pada Mei 2007, dengan singel “Terlalu Cinta” meraih penghargaan Lagu Melayu Terbaik yang Dipersembahkan oleh Artis Luar Negara pada Anugerah Industri Muzik Malaysia.[37]
Pada akhir 2007, Rossa merilis lagu “Ayat-Ayat Cinta” sebagai soundtrack film dengan judul yang sama.[38] Lagu tersebut meraih sertifikasi Platinum pada Maret 2008 dan menjadi bagian dari album soundtrack Ayat-Ayat Cinta, yang terjual lebih dari 600.000 kopi dalam lima bulan. Lagu ini menghasilkan sejumlah penghargaan, termasuk AMI Awards 2008 dan Anugerah Industri Muzik Malaysia, serta berbagai nominasi dan penghargaan lainnya di Indonesia dan Malaysia.[39][40][41][42] Di Malaysia, singel “Ayat-Ayat Cinta” tercatat telah diunduh sebanyak 700.000 kali dan menjadi pencapaian unduhan tertinggi bagi penyanyi Indonesia di negara tersebut.[43]
Pada tahun yang sama, Rossa tampil sebagai perwakilan Indonesia dalam acara Asian Olympic Night di Beijing.[44] November 2008 menandai penyelenggaraan konser tunggal pertama Rossa bertajuk Persembahan Cinta di Jakarta Convention Center, Jakarta, dengan Erwin Gutawa sebagai pengarah musik dan Jay Subyakto sebagai pengarah artistik.[45][46] Konser ini terjual habis dan disiarkan secara nasional, sebelum rangkaian pertunjukannya dilanjutkan ke Surabaya dan Bandung pada 2009.[47][48] Tur konser ini berhasil dihadiri oleh lebih dari 16.000 penonton.
Pada Januari 2009, Rossa merilis album studio Rossa (self-titled), dengan lagu “Terlanjur Cinta” (feat. Pasha Ungu) sebagai singel utama.[49] Album ini dipromosikan melalui rangkaian konser mini bertajuk Cerita Cinta yang digelar di sejumlah kota di Indonesia serta Kuala Lumpur sepanjang 2009.[50] Album ini berhasil terjual lebih dari 1,5 juta kopi, sementara rangkaian tur konser Cerita Cinta dihadiri oleh lebih dari 31.000 penonton.[51]
Mei 2010 menjadi tonggak penting dalam karier Rossa melalui konser tunggal berskala besar bertajuk Melodi Cinta yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, dan disaksikan oleh lebih dari 12.000 penonton.[52][53] Konser ini menampilkan kolaborasi sejumlah musisi Indonesia dan Malaysia, dengan Yovie Widianto sebagai pengarah musik serta Jay Subyakto sebagai pengarah artistik.[54] Pertunjukan tersebut kemudian disiarkan oleh televisi nasional di Indonesia dan Malaysia, serta tercatat sebagai konser tunggal pertama penyanyi Indonesia yang digelar di level stadion, dengan harga tiket tertinggi mencapai RM1.000.[55] Berdasarkan laporan sejumlah media, Rossa dilaporkan menerima bayaran hingga Rp10 miliar untuk penyelenggaraan konser tersebut.[56]
Pada tahun yang sama, ia merilis album soundtrack Harmoni Jalinan Nada dan Cerita, yang memuat lagu-lagu tema film dan sinetron, termasuk beberapa lagu baru.[57][58] Album ini kembali mengantarkan Rossa meraih penghargaan di ajang Anugerah Industri Muzik Malaysia dan Anugerah Planet Muzik Singapura sebagai Penyanyi Wanita Terbaik.[59][60]
2011–2015: Konser Harmoni Cinta - Konser Malam Keajaiban Cinta
Oktober 2011 menandai penyelenggaraan konser tunggal Rossa bertajuk Harmoni Cinta di Esplanade, Singapura, yang menjadi konser pertamanya di negara tersebut.[61] Konser ini meraih kesuksesan dengan seluruh tiket terjual habis dan menampilkan sejumlah lagu hits Rossa, termasuk “Aku Bersahaja” yang dibawakan bersama Taufik Batisah. Pertunjukan tersebut disiarkan oleh ANTV pada 29 Oktober 2011.
Akhir November 2011, Rossa merilis album kompilasi The Best of Rossa yang berisi 14 lagu pilihan sepanjang kariernya, termasuk tiga lagu baru.[62][63] Album ini dipasarkan secara eksklusif melalui gerai KFC di Indonesia dan terjual lebih dari 5 juta kopi dalam kurun waktu dua tahun, serta menempati posisi ketiga dalam daftar album Indonesia terlaris sepanjang masa.[14][64]
Sepanjang 2012, Rossa mulai memperluas kiprahnya ke tingkat internasional dengan tampil dalam acara New York Fashion Week – I Love New York Party dan menjalani wawancara dengan media hiburan Amerika Serikat, Global Grind. Dalam kesempatan tersebut, ia juga bertemu dengan Russell Simmons dan musisi R&B asal Amerika Serikat, Maxwell.[65][66]
Di luar aktivitas bermusik, Rossa mengembangkan lini bisnis dengan mendirikan Diva Family Karaoke, salah satu jaringan karaoke terbesar di Indonesia.[67][68] Ia juga dipercaya sebagai juri X Factor Indonesia Musim Pertama, yang dimenangkan oleh Fatin Shidqia Lubis.[69]
Memasuki 2013, Rossa menerima gelar kebangsawanan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Swarakaloka dari Keraton Surakarta, kemudian dianugerahi gelar Dato’ dari Kerajaan Pahang, Malaysia, menjadikannya satu-satunya penyanyi Indonesia yang memperoleh gelar kebangsawanan tersebut dari Malaysia.[70][71]
Tahun 2014 menandai perilisan album Love, Life & Music dalam dua versi.[72] Album ini meraih sertifikasi Multi-Platinum dan Million Award, serta mencatat rekor penjualan tertinggi dalam sejarah musik Indonesia untuk edisi spesial dengan penjualan lebih dari 100.000 kopi CD dalam satu hari, yang disertifikasi oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).[73] Album ini juga memperoleh berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk Anugerah Musik Indonesia, Anugerah Industri Muzik Malaysia, Anugerah Planet Muzik Singapura, serta lima nominasi World Music Awards 2014.[74][75]
Rossa kemudian menerima kenaikan gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta menjadi Kanjeng Mas Ayu Swarakaloka, menjadikannya satu-satunya penyanyi Indonesia yang memperoleh gelar kebangsawanan tertinggi dari Keraton Surakarta.[76]
Awal 2015, Rossa kembali dipercaya sebagai juri X Factor Indonesia Musim Kedua, yang kembali menghasilkan pemenang kompetisi tersebut.[77] Ia kemudian ditunjuk sebagai pengisi jingle dan duta merk resmi pariwisata Indonesia, "Pesona Indonesia" dan "Wonderful Indonesia", sebagai bagian dari promosi pariwisata Indonesia di tingkat internasional.[78][79][80][81]
Pada tahun yang sama, Rossa menggelar konser tunggal Malam Keajaiban Cinta di Istana Budaya, Malaysia, yang berlangsung selama dua hari berturut-turut dengan seluruh tiket terjual habis.[82] Konser ini menjadi konser pertama penyanyi wanita Indonesia di Istana Budaya serta memecahkan rekor harga tiket tertinggi di venue tersebut, yakni RM1.500.[83] Rangkaian konser tersebut kemudian dilanjutkan di Johor dengan tajuk Pesona Cinta.[84]
2016–2019: Jangan Hilangkan Dia - Konser Super Junior
Januari 2016 Rossa menggelar konser di Istana Budaya, Kuala Lumpur, bersama tujuh artis Malaysia bergelar Dato' bertajuk Konser Raja & Rakyat Berpisah Tiada untuk memperingati ulang tahun ke-85 Sultan Pahang. Konser tersebut memecahkan rekor harga tiket konser termahal di Malaysia dengan nilai mencapai RM5000.[85]
Pertengahan 2016, Rossa merilis singel “Jangan Hilangkan Dia” ciptaan Rian D’Masiv untuk soundtrack film ILY from 38.000 FT. Lagu ini menduduki peringkat No.1 iTunes Soundtrack Indonesia selama lebih dari enam bulan dan memperoleh dua nominasi AMI Awards 2016.[86] Kesuksesan tersebut mengantarkan Rossa tampil di 21st Asian Television Awards 2016.[87]
Tanggal 5 April 2017 menandai perilisan album A New Chapter yang dikerjakan bersama musisi internasional dan direkam di Los Angeles.[88][89] Pada tahun yang sama, Rossa terpilih sebagai artis Indonesia pertama yang menjadi MTV Asia Spotlight Artist of the Month.[90] Album ini meraih sertifikasi 4x Platinum dalam enam bulan serta berbagai penghargaan, dan mengantarkan Rossa menggelar konser tunggal The Journey of 21 Dazzling Years yang terjual habis di Jakarta (JCC) dan Singapura (Esplanade).[91][92][93] Selain itu, Rossa juga mengisi lagu tema film Ayat-Ayat Cinta 2 berjudul “Bulan Dikekang Malam”.
Tahun 2018 diwarnai keterlibatan Rossa dalam lagu tema resmi Asian Games 2018 berjudul “Bright As The Sun”, penampilannya pada upacara pembukaan Asian Games, serta perannya sebagai juri Indonesian Idol Junior musim ketiga.[94][95][96] Pada tahun yang sama, ia menerima Planet Music Special Award (Legend Award) dari Anugerah Planet Muzik di Singapura sebagai artis indonesia pertama yang menerima penghargaan ini.[97]
Di tahun yang sama, Rossa kembali menjadi juri Rising Star Indonesia musim ketiga, meraih penghargaan The Best Indonesian Artist 2018 dari Big Apple Music Awards, ditunjuk sebagai Duta Merek Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, serta menerima kenaikan gelar kebangsawanan dari Kerajaan Pahang menjadi Dato’ Sri.[98][99][100][101]
Februari 2019 menjadi tonggak penting ketika Rossa diumumkan sebagai artis Asia Tenggara pertama yang bergabung dengan SM Entertainment melalui konferensi pers bersama SM Entertainment dan Trans Media.[102][103][104] Kolaborasi tersebut diawali dengan penampilannya sebagai tamu spesial dalam konser World Tour Super Junior - Super Show 7S di Ice BSD City, Tangerang pada Juni 2019.[105]
Menjelang akhir 2019, Rossa menggelar tur konser Tegar 2.0 di empat kota besar di Indonesia untuk memperingati 20 tahun album Tegar, sekaligus merilis singel “Tegar 2.0”. Tur ini berhasil menarik lebih dari 15.000 penonton.[106][107]
2020–2023 : Masih - Another Journey : The Beginning
Pada 4 Maret 2020, Rossa merilis single “Masih” ciptaan Yovie Widianto dan Nino Kayam di bawah label independennya, Inspire Music.[108] Lagu ini pertama kali diperdengarkan dalam konser The Journey of 21 Dazzling Years di Jakarta Convention Center. Untuk promosi, Rossa memproduksi miniseri Masih Cinta Terbaik dan menggandeng aktor Ki Do-hoon dalam video musiknya.[109] Untuk model music videonya, Rossa bekerjasama dengan Aktor SM Entertainment, Ki Do-hoon.[110]
Pada 14 Agustus 2020, Rossa merilis versi Korea dari “Hati Yang Kau Sakiti” berjudul Sangcheo Badeun Maeum (The Heart You Hurt), yang diperkenalkan melalui konferensi pers daring bersama media Asia Tenggara dan Korea Selatan.[111] Video musik lagu tersebut melibatkan Lee Dong-hae (Super Junior) dan Dion Wiyoko.[112] Pada akhir 2020, Rossa dinobatkan sebagai “Ratu Digital Streaming Indonesia” berkat capaian hampir 150 juta pemutaran lagu dalam satu tahun.[113]
Tahun 2021, Rossa merilis single “Wanita” ciptaan Ryan D’Masiv, yang didedikasikan bagi perempuan tangguh di masa pandemi COVID-19.[114][115] Lagu ini menjadi karya pertama artis Asia Tenggara yang ditampilkan Apple Music dalam format Spatial Audio (Dolby Atmos).[116] Pada tahun yang sama, Rossa terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam kampanye Spotify EQUAL.[117] Pada November 2021, ia merilis lagu “Terlalu Berharap” ciptaan Andmesh Kamaleng untuk film Love Knots.[118][119][119][120][121]
Pada Februari 2022, Rossa tercatat sebagai penyanyi wanita berbahasa Indonesia dengan jumlah pemutaran terbanyak di Apple Music Indonesia sebanyak lebih dari 16 Juta kali.[122][123] Ia kemudian merilis single “Sekali Ini Saja” yang dipersembahkan untuk mendiang Glenn Fredly.[124]
Dalam rangka 25 tahun kariernya, Rossa menggelar konser 25 Shining Years di enam kota di Indonesia serta Kuala Lumpur, Malaysia.[125] Konser ini dikenal sebagai konser solo terbesar dan termahal penyanyi Indonesia pascapandemi, dengan harga per-tiket tertinggi mencapai Rp10 juta di Indonesia dan RM5.000 di Malaysia, serta total jumlah penonton sekitar 50.000 orang.[126][127][128][129] Dalam konser tersebut, Rossa bekerja sama dengan empat direktur musik dan empat perancang busana dari Indonesia dan mancanegara.[130][131] Di antaranya adalah perancang busana yang karyanya pernah dikenakan pada ajang Met Gala, Grammy, dan Academy Awards oleh sejumlah selebritas internasional, seperti Iris van Herpen seharga 1,5 Miliar dan Rick Owens.[132][133][134]
Pada 2023, Rossa merilis album Another Journey: The Beginning, bagian pertama dari proyek album trilogi.[135] Album ini meraih sertifikasi Double Platinum dalam 22 hari dan kemudian meningkat menjadi Multi-Platinum, dengan penjualan lebih dari 500.000 keping CD dalam delapan bulan.[136] Kesuksesan album tersebut dilanjutkan melalui tur konser di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Di Singapura, konser ini mencetak rekor dengan jumlah penonton 5.000 orang di Star Theatre serta harga tiket termahal yang mencapai SGD 288.[137]
Selain album tersebut, Rossa merilis dua single, yaitu “Bawalah Aku Pergi” sebagai lagu tema serial Mantan Tapi Menikah dan “Khanti” sebagai lagu tema Bidadari Bermata Bening, yang keduanya dirilis untuk Viu Indonesia dan seriesnya meraih peringkat pertama di platform tersebut. Lagu “Khanti” juga memenangkan penghargaan Asian Creative Academy Awards untuk kategori Best National Theme Song/Title Theme.[138]
2024–Sekarang : All Access To Rossa 25 Shining Years - Asmara Dansa
Pada 2024, Rossa merilis film dokumenter berjudul All Access to Rossa: 25 Shining Years.[139][140] Film ini tayang perdana di bioskop Indonesia pada 1 Agustus 2024, kemudian diputar di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura pada 18 Oktober 2024.[141][142] Dokumenter tersebut diproduksi selama tiga tahun oleh Inspire Pictures bekerja sama dengan Time International Films dan Sinemaku Pictures.[143][144][145]
Film ini mencatatkan lebih dari 64.731 penonton bioskop, menjadikannya dokumenter dengan jumlah penonton terbanyak yang pernah diraih oleh penyanyi solo Indonesia.[146][147] Selanjutnya, film ini dirilis secara global melalui Netflix pada 1 Januari 2025.[148][149] Lagu tema film ini menampilkan Rossa yang merekam ulang singel “Nada-Nada Cinta” (1996) bersama Ariel (Noah).[150][151]
Pada Mei dan Juni 2025, Rossa menggelar konser bertajuk Here I Am di Indonesia Arena, Jakarta, dengan jumlah penonton lebih dari 12.000 orang, serta di Axiata Arena, Bukit Jalil, Malaysia, yang dihadiri lebih dari 10.000 penonton.[152] Konser ini menjadi salah satu penanda menuju peringatan 30 tahun Rossa berkarya pada 2026 dan dikenal sebagai pertunjukan diva Indonesia paling eksploratif.[153][154] Mencatatkan harga tiket tertinggi untuk konser solo penyanyi Indonesia di venue stadion, yaitu Rp10 juta di Indonesia dan RM5.000 di Malaysia.[155]
Pada 19 Oktober 2025, Rossa merilis EP pertamanya berjudul Asmara Dansa.[156] EP tersebut merupakan penghormatan kepada musisi Indonesia Chrisye dan musisi Malaysia Sheila Majid, serta dipromosikan melalui rangkaian roadshow bertajuk Asmara Dansa di sejumlah kota di Indonesia yang menarik lebih dari 17.000 penonton.[157][158] Menjelang akhir tahun 2025, Rossa menerima penghargaan Pop Icon dari TVRI serta Asia Legendary Music Icon Award dari Top 10 Asia Artist Awards, dan menjadi artis Indonesia pertama yang menerima penghargaan pada kategori tersebut.[159][160]
Kehidupan Pribadi
Rossa menikah dengan Yoyo, anggota band Padi pada tanggal 18 Maret 2004.[161] Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Rizky Langit Ramadhan (lahir 3 Oktober 2006).[162] Pernikahan mereka mendapat cobaan pada bulan April 2007. Berhembus kabar bahwa Yoyo sering bermesraan dengan seorang model di kota Surabaya.[163] Meski sempat berdamai bulan Juni 2007, tetapi nyatanya pernikahan Rossa dan Yoyo tidak bisa dipertahankan lagi. Pada 22 Juni 2009, Rossa mantap mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Yoyo. Sidang pertama dilakukan pada 30 Juni 2009. Mereka dinyatakan berpisah pada 14 Juli 2009.[164]
Filantropi
Selain dikenal lewat karya musiknya, Rossa juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia kerap terlibat dalam konser amal serta penggalangan dana untuk penanganan bencana alam di Indonesia, seperti tsunami Aceh, gempa Yogyakarta dan Lombok, erupsi Gunung Agung di Bali, gempa dan tsunami Palu, pandemi COVID-19, hingga bencana banjir di Sumatra.[165][166][167][168][169][170]
Rossa juga menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kesejahteraan dan pendidikan anak. Ia bekerja sama dengan UNICEF Indonesia dalam kampanye peningkatan kesadaran publik terkait hak dan perlindungan anak. Di bidang lingkungan, Rossa berkolaborasi dengan Hara dalam kegiatan penggalangan dana yang mendukung WWF Indonesia, khususnya untuk konservasi satwa liar dan keberlanjutan lingkungan.[171][172]
Dalam kiprahnya di bidang sosial, Rossa pernah dipercaya sebagai duta untuk berbagai organisasi dan kampanye kemanusiaan. Ia tercatat sebagai duta Dompet Dhuafa pada periode 2012–2015 dan duta Yayasan Kanker Indonesia melalui kampanye Pink Ribbon sejak 2015. Selain itu, ia juga terlibat dalam Kampanye Nasional Anti Narkoba Indonesia sejak 2015. Rossa juga dipercaya sebagai duta merek internasional pariwisata Indonesia, Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, serta pernah menjabat sebagai duta kehormatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2018–2020. Pada 2021, ia ditunjuk sebagai Duta Desa SDGs di Sumedang, Jawa Barat.[173][174]
Sejak 2004, Rossa secara konsisten terlibat dalam berbagai kegiatan amal, mulai dari dukungan terhadap yayasan kanker, konser amal bagi penderita AIDS, pengembangan fasilitas kesehatan, hingga program pendidikan di Malaysia dan Singapura.[175][176][177][178] Selain itu, Rossa juga dikenal sebagai salah satu figur publik yang aktif mendukung berbagai program amal dan kemanusiaan untuk Palestina.[179][180][181]
Citra dan Keartisan
Rossa memulai karier musiknya sebagai penyanyi cilik sebagai lady rocker. Kemampuan vokalnya yang menonjol sejak usia dini membawanya tampil satu panggung dengan sejumlah penyanyi perempuan ternama, seperti Nicky Astria, Nike Ardilla, Mel Shandy, dan Ita Purnamasari. Pengalaman tersebut membentuk citra awal Rossa sebagai penyanyi muda dengan kapasitas vokal kuat dan karakter panggung yang matang.[182]
Vokalis grup musik NOAH, Ariel, menyebut Rossa sebagai penyanyi Indonesia dengan jam terbang paling tinggi hingga saat ini.
Kalau masalah jam terbang, dia (Rossa) memang No.1. Udah nggak bisa dibantah lagi. Memang jam terbangnya tinggi banget. Dia SD aja udah nyanyi.
Pada 1987, budayawan Betawi Benyamin Sueb menyampaikan pandangannya bahwa Rossa berpotensi menjadi “Mutiara Indonesia” yang dapat mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Pandangan ini kerap dikaitkan dengan perkembangan karier Rossa yang kemudian berhasil menembus pasar musik Asia.[183] Dalam pembentukan keartistikannya, ia dipengaruhi oleh sejumlah penyanyi nasional dan internasional, antara lain Celine Dion, Mariah Carey, Whitney Houston, Madonna, Nicky Astria, dan Ruth Sahanaya.[184]
Presiden Direktur dan CEO Time International, Irwan Mussry, menyebut Rossa sebagai aset nasional.
Karena saya tahu Ocha adalah asset nasional tentunya. Bekerjasama dengan Ocha itu adalah keputusan tergampang yang pernah kita buat. Ketemu dua menit, sekali, lalu ok.
Sejak kecil, Rossa aktif mengikuti berbagai pertunjukan dan ajang musik, serta meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional. Bakat menyanyinya diketahui berasal dari ibunya, Eni Kusmiani, seorang penyanyi tradisional Sunda.[185] Selain karier seni, Rossa juga dikenal memiliki prestasi akademik yang konsisten. Selama menempuh pendidikan dasar, Rossa tercatat hanya sekali menempati peringkat kedua di kelas, sementara selebihnya secara konsisten berada di peringkat pertama. Pada jenjang sekolah menengah pertama dan atas, ia juga selalu berada di tiga besar kelas hingga diterima di Universitas Indonesia melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), yang turut membentuk citranya sebagai figur publik profesional dan disiplin.[186]
Penyanyi, produser, dan politikus Anang Hermansyah menyebut Rossa sebagai diva yang sangat lengkap.
Bener-bener tak lekang oleh zaman. Hebatnya seorang Rossa adalah bukan penyanyi aja, tapi entrepreneur di bidang entertainment. Jadi aku rasa dia Diva yang lengkap sekali. Dan aku selalu bangga punya penyanyi sekelas Rossa di Indonesia.[187]
Vokalis grup musik Gigi, Armand Maulana, menyebut Rossa sebagai penyanyi yang hampir mendekati sempurna.
Ya bisa mendekati sempurna dia kalau buat seorang penyanyi. Dan wanita itu ada masa harus berhentinya saat nikah, hamil, punya anak, dia tidak pernah turun dari prestasi yang pernah dia capai dari dulu sampai sekarang
Lahir pada era distribusi musik fisik seperti kaset dan CD, Rossa tetap mempertahankan popularitasnya pada era digital dan layanan streaming. Ia dikenal sebagai diva Indonesia yang berhasil menembus lintas era distribusi musik.[188] Puncaknya pada periode 2020–2022, Rossa disebut sebagai "Queen of Streaming Indonesia" setelah menjadi penyanyi perempuan dengan jumlah pemutaran dan pengikut terbanyak di berbagai platform musik digital.[189]
Rossa tuh kurasinya bagus banget. Dia tuh the best kurator. Dan yang setiap dia nyanyikan meledak, setiap yang dia nyanyikan meledak. - Titi DJ
Komposer Yovie Widianto menyebut Rossa sebagai diva yang mampu bertahan lintas generasi.
Kalau menghasilkan hits di berbagai masa aku pernah buat dari jaman angkatannya Ruth Sahanaya, atau mas Harvey Maliholo sampai angkatannya Krisdayanti lalu Rossa lalu juga sampai ke angkatannya Lyodra, Tiara sampai sekarang ini satu hal yang teruji kelebihan Rossa adalah dia mampu bertahan lintas generasi.
Aktris dan entertainer Nagita Slavina menyebut Rossa sebagai “Diva Milenial Indonesia” karena karya-karyanya tetap dikenal dan dihafal oleh generasi muda, termasuk generasi Z, meskipun sebagian besar lagunya dirilis sebelum era streaming.
Diva Milenial Indonesia. Satu-satunya diva indonesia yang sekarang tuh, lagunya anak-anak sekarang pada tahu.[190]
Sementara itu, penyanyi Raisa menyebut Rossa sebagai penyanyi yang selalu eksis di setiap generasi.
Iya tapi ada satu penyanyi yang tetap ada dari generasi ke generasi yaitu Teh Ocha. Kenapa bisa begitu?.[191]
Berbagai platform musik digital internasional, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music, menyematkan sebutan kepada Rossa sebagai "Queen of Pop Indonesia".[192][193][194] Ia juga disebut sebagai "Legenda Musik Indonesia" dan "Ikon Pop Indonesia".[195][196] Sejumlah penyanyi, musisi, dan figur publik, baik internasional maupun regional, seperti Jackson Wang, Siti Nurhaliza, serta musisi Indonesia Niki Zefanya, Dewi Sandra, Bebi Romeo, dan Afgan, menyebut Rossa sebagai “Queen” dan “Legend”.
Dia (Rossa) bukan penyanyi karbitan, dia memang belajar olah vokal dan sampai sekarang dia masih belajar dengan bang Elfa Secoria. Itu saya sangat kagum karena saya sudah malas dia masih rajin belajar. Kalau bikin album dia juga turun langsung nggak cuma terima beres dari produser, dia juga ikut milih lagu. Dari sisi penampilan dia juga sangat memperhatikan. Jadi dia total untuk seorang artis. - Melly Goeslaw (2003)
Meskipun dikenal sebagai penyanyi pop, Rossa juga mampu membawakan berbagai genre lain, seperti lagu tradisional Sunda, dangdut, hip-hop, EDM, dan R&B. Sebagai diva, ia juga telah merekam lagu dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Malaysia, bahasa Inggris, dan bahasa Korea.
Penyanyi dan penulis lagu Isyana Sarasvati menyebut Rossa sebagai sosok inspiratif dengan musikalitas yang kuat sebagai seorang penyanyi.
Teh Ocha itu adalah seseorang yang menurut aku ya, karakter suaranya terus teknik vokalnya itu sangat sangat bagus menurut aku pribadi karena dia punya teknik menarik dia, teknik teriak dia yang melengking tapi terlihat super santai. Dan suaranya melengking banget, melengking belting yang aku sendiri nggak punya teknik itu. Kalau aku kan tekniknya bisa melengking tapi klasik, beda sama dia melengking yang teriak. Itu orang-orang yang aku kagumi. Keren banget sih.[197]
Sementara itu, penyanyi Agnez Mo menyatakan bahwa Rossa merupakan salah satu penyanyi Indonesia yang dikenal memiliki ketepatan nada dan kualitas vokal yang konsisten dalam setiap penampilannya.
Diantara semua penyanyi di Indonesia, saya harus mengakui Ocha itu adalah salah satu penyanyi yang hampir nggak pernah fals. Istilahnya nggak pernah fals mungkin ya. Jadi dia kalau nyanyi itu pitchnya, segala macamnya itu sempurna.
Pelawak dan entertainer Rina Nose, mempunyai pendapat bahwa Rossa adalah ratu pitchi sehingga suaranya sulit untuk ditirukan, sedangkan penyanyi Anggun C. Sasmi menilai Rossa sebagai figur dengan berbagai peran, baik sebagai penyanyi, pebisnis, maupun ibu.[198] Dalam industri musik, Rossa juga dikenal sebagai salah satu penyanyi solo penyumbang royalti terbesar bagi sejumlah komposer Indonesia, di antaranya Melly Goeslaw, Yovie Widianto, Icha (Jikustik), Hendra Nurcahya, Mery LC, Enda (Ungu), dan Rian (D’Masiv).
Penata panggung Jay Subyakto menyatakan bahwa Rossa merupakan diva yang tidak bergantung pada gimik dalam penampilannya.
Kalau saya lihat, begitu saya dengar koleksi lagunya, memang hitsnya sangat banyak. Saya bilang memang konser Rossa benar-benar konser musik. Saya kira Rossa tidak perlu gimmick atau trik-trik seperti apa karena kan memang yang orang tunggu Rossa.
Sementara penata musik Tohpati menyebut Rossa sebagai penyanyi dengan tingkat keberhasilan lagu yang tinggi, dengan sebagian besar repertoarnya dikenal luas oleh publik.
Sebelumnya saya pernah menangani konser di Jakarta artis atau penyanyi besar, Rossa ini dari 3 CD hampir semuanya hits. Untuk memilih lagu tidak terlalu sulit karena semuanya hits.
Pencapaian dan Pengaruh
Sebagai salah satu penyanyi dengan karier terpanjang dan paling konsisten di Indonesia, Rossa memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan musik pop nasional. Kemampuannya mempertahankan relevansi sejak era distribusi fisik seperti kaset dan CD hingga dominasi platform digital menjadikannya contoh keberlanjutan karier musisi lintas generasi. Karya-karyanya dikenal luas dan berperan dalam membentuk selera musik populer Indonesia sejak pertengahan 1990-an hingga dekade 2020-an, menjadikannya sebagai "Ratu Pop Indonesia (Queen of Pop Indonesia)".[199]
Secara komersial, Rossa termasuk dalam jajaran artis terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan total penjualan rekaman yang dilaporkan melebihi 12 juta kopi. Kontribusinya terhadap industri musik tercermin melalui keterlibatannya dalam lebih dari 170 lagu tema (soundtrack) serta produktivitas konser yang melampaui 100 pertunjukan. Ratusan lagunya berhasil menempati posisi No.1 tangga lagu radio di berbagai negara, menempatkannya sebagai penyanyi wanita dengan jumlah lagu hit terbanyak dalam sejarah musik populer nasional.[200]
Sepanjang kariernya, Rossa telah menerima lebih dari 123 penghargaan nasional dan internasional. Capaian tersebut menjadikannya salah satu artis Indonesia dengan jumlah penghargaan terbanyak. Di era digital, pengaruhnya tetap terlihat melalui tingkat pemutaran dan jumlah pengikut yang tinggi di berbagai platform musik daring (streaming), khususnya sebagai salah satu artis perempuan Indonesia dengan jangkauan pendengar terbesar dalam jajaran 10 besar. Rossa pernah dinobatkan sebagai "Ratu Streaming Indonesia (Queen of Streaming Indonesia)" setelah menempati peringkat pertama sebagai penyanyi wanita dengan jumlah pemutaran terbanyak di berbagai platform musik digital selama dua tahun berturut-turut pada periode 2020–2022. Capaian tersebut menjadi salah satu pencapaian yang belum pernah diraih oleh artis Indonesia lainnya pada periode yang sama. Konsistensi ini menegaskan posisinya sebagai figur sentral dalam musik populer Indonesia selama lebih dari empat dekade.[201][202]

Rossa juga tercatat sebagai artis solo Indonesia pertama yang menggelar konser tunggal berskala stadion bertajuk Melodi Cinta. Konser tersebut dihadiri oleh lebih dari 12.000 penonton serta melibatkan lebih dari 60 musisi orkestra dan 50 anggota paduan suara, menjadikannya salah satu pertunjukan musik solo paling ambisius dalam sejarah industri musik Indonesia.[203]
Dalam ranah inovasi artistik, Rossa dikenal sebagai penyanyi Indonesia yang mempopulerkan konsep duet virtual dengan penyanyi yang telah meninggal dunia melalui pendekatan produksi modern. Konsep ini diwujudkan melalui singel “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” (2011) yang menampilkan vokal almarhum Broery Marantika. Pendekatan serupa kemudian diikuti oleh sejumlah penyanyi lain, antara lain Adlani Rambe melalui lagu “Tinggalah Ku Sendiri” (feat. almarhumah Nike Ardilla) pada 2020, Inka Christie dengan “Cinta Kita” (feat. almarhumah Nike Ardilla) pada 2021, serta Zeroid Park melalui “Sandiwara Cinta” (feat. almarhumah Nike Ardilla) pada tahun yang sama.[204]
Pada tahun 2020, Rossa merilis singel “The Heart You Hurt / Sangcheo Badeun Maeum (Hati Yang Kau Sakiti – Versi Korea)”, adaptasi dari lagu “Hati Yang Kau Sakiti”, dengan lirik bahasa Korea yang diterjemahkan secara langsung olehnya. Perilisan ini turut mendorong tren penerjemahan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan Melayu ke dalam bahasa Korea oleh sejumlah penyanyi Asia Tenggara. Beberapa di antaranya adalah Tiara Andini feat. Arsy Widianto dengan “Bahaya (Korean Version)”, Aina Abdul dengan “Sepi (Korean Version)”, Suara Kayu melalui “Miniatur (Korean Version)”, Betrand Peto Putra Onsu dengan “Deritaku (Korean Version)”, Armada dengan “Aku Dimatamu (Korean Version)”, Anneth Delliecia melalui “Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti (Korean Version)”, serta Ghea Indrawari feat. Boy William dengan lagu “Bucketlist (Korean Version)”, yang seluruhnya dirilis pada 2021.[205][206][207][208][209][210][211]
Pengaruh Rossa juga tercermin dari keberlanjutan repertoarnya, dengan sejumlah karya yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi lintas generasi. Di antaranya adalah Marsha (Indonesian Idol) melalui lagu “Tegar” (2007), D’Langit Band dengan “Pudar” (2011), Jikustik melalui “Aku Bukan Untukmu” (2011), Cindy Bernadette dengan “Perawan Cinta” (2013), Marcell Siahaan melalui “Kini” (2013), Titi DJ dengan “Terlalu Cinta” (2015), The Sibling melalui “Tegar” (2016), Yesa Lona dengan “Nada-Nada Cinta” (2021), Tissa Biani melalui “Atas Nama Cinta” (2021), Gonebloom dengan “Ayat-Ayat Cinta” dan “Terlalu Cinta” (2022), Yovie Widianto bersama Lyodra melalui “Terlalu Cinta” (2024), Deborah Hanna dengan “Takkan Berpaling Dari-Mu” (2024), Anggi Marito melalui “Aku Bukan Untukmu” (2025) serta Yovie Widianto bersama K.I.M & Neida dengan “Kini” (2026).[212][213][214][215][216][217][218][219][220][221][222][223][224]
Keberlanjutan interpretasi ulang atas karya-karyanya mencerminkan daya tahan artistik serta relevansi musikal Rossa dalam berbagai konteks zaman. Melalui konsistensi karier dan pengaruh artistiknya, ia berperan dalam membentuk serta mendefinisikan ulang konsep “diva” dalam musik populer arus utama Indonesia.[225] Di luar aktivitas bermusik, Rossa juga tercatat menerima sejumlah gelar kehormatan. Ia dianugerahi gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta Hadiningrat, yaitu Kanjeng Mas Ayu Swarakaloka, serta gelar kehormatan Dato’ Sri dari Kerajaan Pahang, Malaysia. Penganugerahan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam bidang seni dan budaya.[226][227]
Rossa merilis film dokumenter All Access to Rossa: 25 Shining Years sebagai dokumentasi perjalanan kariernya, yang kemudian mencatatkan rekor sebagai film dokumenter terlaris untuk kategori penyanyi solo di Indonesia.[228][229]
Diskografi
Diskografi Rossa mencatat berbagai pencapaian penjualan signifikan dalam industri musik Indonesia. Sejumlah albumnya memperoleh sertifikasi Multi-Platinum hingga Million Award, yang menandai penjualan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta kopi. Beberapa albumnya juga tercatat sebagai salah satu album dengan tingkat penjualan tercepat dan tertinggi sepanjang sejarah musik Indonesia. Memasuki era digital, Rossa tetap meraih sertifikasi Multi-Platinum melalui album A New Chapter dan Another Journey: The Beginning, yang merupakan bagian pertama dari proyek album trilogi. Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi komersialnya lintas format distribusi dan generasi pendengar.[230][231]
|
Album Studio
|
Album Kompilasi
|
Penghargaan dan Gelar Kehormatan
Hingga akhir 2025, Rossa telah menerima lebih dari 123 penghargaan musik nasional dan internasional. Diantaranya, Rossa memenangkan penghargaan "Penyanyi Wanita Pop Progressive Terbaik" pada Anugerah Musik Indonesia 2001. Ia juga dinobatkan sebagai "Penyanyi Wanita Pop Terbaik" pada Anugerah Musik Indonesia ke-6 tahun 2002 untuk singelnya "Kini".
Singel Rossa tahun 2007, "Ayat-Ayat Cinta", meraih beberapa penghargaan, termasuk Penyanyi Wanita Pop Terbaik pada Anugerah Musik Indonesia ke-11, Penyanyi Wanita Terfavorite dari majalah SWA, serta Penyanyi Wanita Paling Ngetop pada SCTV Awards. Pada tahun 2008, ia memenangkan Anugerah Industri Muzik untuk kategori Lagu Melayu Terbaik yang Dipersembahkan oleh Artis Luar Negara melalui singel "Terlalu Cinta". Pada tahun 2009, ia kembali memenangkan kategori yang sama pada Anugerah Industri Muzik ke-16 untuk singel "Ayat-Ayat Cinta".
Melalui album Harmoni Jalinan Nada & Cerita, Rossa meraih penghargaan Penyanyi Wanita Terfavorit dari Halo Selebriti, Lagu Melayu Terbaik yang Dipersembahkan oleh Artis Luar Negara pada Anugerah Industri Muzik ke-18 untuk lagu "Ku Menunggu", serta Penyanyi Wanita Paling Popular Serantau pada Anugerah Planet Muzik ke-10.
Pada tahun 2015, Rossa dianugerahi gelar kehormatan Dato' oleh keluarga kerajaan Pahang di Malaysia. Media regional juga menjulukinya sebagai "Queen of Pop Indonesia". Rossa menerima Planet Music Special Award (Legend Award) pada Anugerah Planet Muzik 2018, dan menjadi artis Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut. Pada Oktober 2018, ia dianugerahi Darjah Sri Sultan Ahmad Shah Pahang (SSAP) yang memberinya gelar Dato' Sri, serta menerima penghargaan Best Indonesian Artist pada Big Apple Music Awards 2018 di Amerika Serikat. Di penghujung 2025, ia menerima penghargaan Pop Icon dari TVRI serta Asia Legendary Music Icon Award dari ajang Top 10 Asia Artist Awards, menjadikannya artis Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut.
Konser
Rekam jejak penyelenggaraan konser tunggal berskala besar, jumlah penonton yang konsisten tinggi, serta kesinambungan produksi pertunjukan selama lebih dari dua dekade, Rossa juga disebut oleh media dan publik sebagai “Ratu Konser Indonesia (Queen of Concert Indonesia)”.[232] Sebutan ini merujuk pada posisinya sebagai penyanyi solo wanita Indonesia dengan capaian konser terbanyak, skala produksi yang besar, dan tingkat keterisian penonton yang tinggi secara berkelanjutan.[233] Penggunaan istilah tersebut mencerminkan pengakuan terhadap kontribusi Rossa dalam menetapkan standar baru bagi konser musik solo di Indonesia, khususnya dalam hal konsep artistik, tata produksi, dan jangkauan audiens lintas generasi.[234]
Berbagai tokoh penting, termasuk ibu negara, anak presiden, pejabat pemerintahan, figur publik, serta anggota keluarga kerajaan, tercatat kerap menghadiri konser-konser Rossa di berbagai kesempatan.[235][236] Kehadiran tokoh-tokoh tersebut mencerminkan posisi konser Rossa sebagai peristiwa budaya yang mendapat perhatian luas lintas kalangan.[237] Sejumlah konsernya juga memegang rekor harga tiket termahal dan jumlah penonton terbanyak, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara tetangga. Capaian ini menunjukkan tingginya permintaan pasar serta daya tarik Rossa sebagai penyanyi solo di tingkat regional.[238][239][240][127][128][129]
Rossa merupakan penyanyi solo perempuan Indonesia pertama yang menggelar konser tunggal berskala stadion di Indonesia dan Malaysia, sebuah pencapaian yang menandai perluasan pengaruh konser musik Indonesia ke tingkat regional serta memperkuat posisinya dalam sejarah pertunjukan musik populer di kawasan Asia Tenggara.[241][242]
Filmografi
Web series
Film
Sinetron
Juri ajang pencarian bakat
Program acara tv
Program acara multi-olahraga nasional
Program acara siaran langsung internet
Pendidikan
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||