Film ini merupakan kelanjutan dari film yang lalu bercerita Fahri Abdullah (Fedi Nuril) saat ini hidup sendiri di Edinburgh, bersama asistennya Hulusi (Pandji Pragiwaksono). Fahri telah kehilangan Aisha tujuh bulan lalu, saat Aisha menjadi sukarelawan di jalur Gaza. Sejak saat itu Fahri tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Aisha.[3]
Fahri terus menunggu dalam kesedihannya yang mendera hatinya. Kesedihan yang coba dia atasi dengan kesibukannya sebagai seorang dosen dan juga pengusaha sukses di kota tersebut. Fahri juga disibukkan dengan kehadiran Misbah (Arie Untung), sahabat lamanya, yang ingin menumpang tinggal bersamanya.[3]
Fahri sering kali dihadapkan pada persoalan tetangga-tetangganya yang beragam. Ada nenek Yahudi, Catarina (Dewi Irawan) yang sedang mengalami permasalahan dengan anak tirinya. Ada juga Keira McGills (Chelsea Islan) seorang pemain biola berbakat yang sangat membenci Fahri, karena dianggap sebagai teroris yang telah menyebabkan kematian ayah mereka akibat bom di London.[3]
Fahri mencoba untuk terus menjalankan amanah Aisha agar dia bisa membantu orang-orang di sekelilingnya. Niat baik Fahri ini sering kali malah membuat salah paham dan menyeret ke persoalan yang lebih rumit dan membahayakan hidupnya. Kehidupan Fahri menjadi semakin rumit ketika hadir Hulya (Tatjana Saphira) sepupu Aisha yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.[3]
Hulya yang ceria dan dinamis, menunjukkan ketertarikannya pada Fahri. Hulya bersedia menggantikan peran Aisha dalam kehidupan Fahri. Fahri ragu untuk membuka hatinya bagi kehadiran Hulya, itu sama saja dia mengakui bahwa Aisha sudah meninggal. Fahri masih berharap, setiap malamnya, Aisha kembali muncul dalam hidupnya. Semua mendukung Fahri melanjutkan hidupnya bersama Hulya, termasuk Sabina (Dewi Sandra) seorang perempuan telantar berwajah cacat yang ditampung Fahri untuk tinggal bersama mereka. Sabina yang sudah dianggap saudara oleh Fahri, ternyata tidak saja membantu mengurusi rumah Fahri, tapi juga mampu membuat Fahri melanjutkan hidupnya.[3]
Fedi Nuril sebagai Fahri bin Abdullah Shiddiq, Dosen Pengganti Di Universitas Edinburgh, Mempunyai Assisten Bernama Hulusi, Bersahabatan Dengan Misbah,Suaminya Aisha,Mempunyai Istri Ke 2 / Adik Ipar Bernama Hulya Dan Senang Membantu Kaum Yahudi
Tatjana Saphira sebagai Hulya Abdullah, Istri Ke 2 Fahri, Mempunyai Adik Yang Bernama Aisha,
Chelsea Islan sebagai Keira B. Walsh, Gadis Yahudi Yang Suka Bermain Biola Dan Mempunyai Adik Bernama Jason
Proses reading dimulai pada April.[5] Proses syuting dimulai pada Sabtu, 5 Agustus2017 dan memakan waktu hingga lima puluh hari.[7][8] Film ini berlatar belakang di berbagai tempat seperti Gaza, Skotlandia, London, Budapest, dan juga Jakarta.[9] Saat di wawancarai oleh Detik.com soal anggaran, Manoj tidak menyebutkan rincian anggarannya tetapi ia mengklaim proyek ini adalah yang terbesar sejauh ini melebihi film sebelumnya, Surga yang Tak Dirindukan 2 yang sebelumya diklaim mencapai Rp 16 miliar hanya untuk produksi.[10]
Mendekati pemutaran perdana film ini pada Desember nanti, MD Pictures selaku rumah produksi meluncurkan cuplikan resmi (trailer) pada Sabtu, 21 Oktober2017. Dalam trailer berdurasi 2 menit 13 detik itu, MD Pictures menyertakan pula teks terjemahan (subtitles) berbahasa Inggris. Trailer itu duduk di posisi 15 daftar video tren YouTubeIndonesia hanya sehari setelah diluncurkan. Kemudian dalam dua hari, video cuplikan itu sudah ditonton oleh lebih dari 400 ribu kali dan mendapat 9.000 tanda suka (likes). Bagi MD Pictures, ini adalah prestasi besar pertama. Lantaran kesuksesan cuplikan itu, seluruh pihak di balik Ayat Ayat Cinta 2 optimistis film ini akan sukses di pasaran.[13]
Penayangan
Gala Premiere film ini digelar pada 7 Desember 2017 di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.[14] Lalu, penayangan serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 21 Desember 2017.[15]
Perolehan Penonton
Film ini memperoleh 2.840.159 penonton pada penayanganya di bioskop indonesia dan menduduki posisi ke 3 film box office indonesia pada tahun 2017[16]