Budaya LGBTQ adalah sebuah budaya yang terbentuk dari orang-orang lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (orang LGBTQ). Budaya tersebut terkadang disebut sebagai budaya queer (menandakan orang-orang yang merupakan orang queer), budaya LGBT, dan budaya LGBTQIA, sementara istilah budaya gay dipakai untuk mengartikan "budaya LGBT" atau budaya hubungan cinta sejenis cara spesifik.
Ragam
Budaya LGBT banyak ragamnya menurut geografi dan identitas partisipan. Unsur umum pada budaya orang-orang gay, lesbian, biseksual, transgender, dan interseks meliputi:
Tokoh-tokoh sejarah yang diidentifikasikan sebagai LGBTQ, di samping mengidentifikasikan tokoh-tokoh sejarah dengan istilah modern untuk identitas seksual bersifat kontroversial (lihat Sejarah seksualitas). Namun, kebanyakan orang LGBTQ merasakan kekerabatan dengan orang-orang tersebut dan karya mereka (terutama yang menyatakan kegiatan seksual sesama jenis atau memproklamirkan identitas gender berbeda dengan jenis kelaminnya); contohnya adalah VictoryFund.org, yang didedikasikan untuk mendukung para politikus homoseksual.
Komunitas LGBTQ yang mengorganisasi diri mereka sendiri dalam, atau mendukung, gerakan hak sipil yang mempromosikan hak LGBT di berbagai tempat di seluruh dunia.
Penerimaan
Tak semua orang dengan kondisi LGBTQ mengidentifikasi dengan budaya LGBTQ; ini karena jarak geografi, ketidaksadaran keberadaan subkultur, kekhawatiran stigma sosial atau keputusan untuk tetap tak teridentifikasi dengan subkultur atau komunitas berbasis seksualitas atau gender. Gerakan Queercore dan Gay Shame mengkritik apa yang mereka pandang sebagai komersialisasi atau "ghettoisasi" yang diberlakukan sendiri terhadap budaya LGBT.[1][2]
Bockenek, Michael, A. Widney Brown, "Hatred in the hallways: violence and discrimination against lesbian, gay, bisexual, and transgendered students in U.S. schools", Human Rights Watch, 2001, ISBN1-56432-259-9, ISBN978-1-56432-259-3.