BrajadentaBajadenta (kiri) dan Betari Durga (jelmaan dari Arimbi saat marah)Bajadenta (versi lain)
Brajadenta adalah tokoh raksasa dalam dunia pewayanganJawa yang merupakan putra dari Prabu Tremboko dan Hadimba, raja Pringgandani, sekaligus saudara kandung Prabu Arimba, Dewi Arimbi (istri Werkudara), Brajamusti, Brajalamatan, Brajawikalpa, dan Kalabendana (7 bersaudara). Dengan demikian, Brajadenta ini adalah paman dari Gatotkaca, yang berasal dari bangsa raksasa di kerajaan Pringgadani, dan digambarkan memiliki sifat ambisius, pemberontak, dan keras hati. Bersama Brajamusti dia pernah menentang penobatan Gatotkaca sebagai raja Pringgandani karena merasa lebih berhak, dan memicu konflik keluarga demi kekuasaan.[1]
Brajadenta digambarkan bertubuh besar dan kuat mencerminkan darah raksasanya. Pemberontakan Brajadenta - Brajamusti tersebut disebabkan karena Dewi Arimbi (ibu Gatotkaca) akan menobatkan Raden Gatotkaca sebagai raja di Pringgandani. Brajadenta tidak menyetujui keputusan Dewi Arimbi tersebut, oleh karena itu Brajadenta berniat untuk membunuh Gatotkaca dengan tujuan untuk menguasai kerajaan Pringgandani. Akhir cerita ini Raden Brajadenta dan Brajamusti gugur bersama dan menjelma menjadi Aji Brajadenta Brajamusti yang menyatu dalam diri Raden Gatotkaca. Lakon wayang dengan judul Brajadenta mBalela ini cukup populer dan sering dipertunjukkan oleh beberapa dalang, di antaranya oleh: Ki Narto Sabdo (1980), Ki Sukoco (2004), Ki Seno Nugroho (2008),
Ki Sutarko (2010), Ki Manteb Soedharsono (2011), Ki Enthus Susmono
(2011). [2]