Bahasa Jawa Kaledonia Baru dikategorikan sebagai C7 Shifting menurut SIL Ethnologue, artinya sebagian atau kebanyakan penutur mulai beralih menuturkan bahasa lain dalam kesehariannya atau bahasa ini telah tergeser oleh bahasa besar lainnya
Seperti yang diperkirakan, bahasa Jawa Kaledonia Baru agak berbeda dengan bahasa Jawa di Indonesia. Bahasa Jawa Kaledonia Baru banyak mengambil kata serapan dari bahasa Prancis. Selain menguasai bahasa sesuai suku bangsa (Jawa Kaledonia Baru), masyarakat Kaledonia Baru juga dituntut untuk fasih berbahasa Prancis, yakni bahasa pengantar yang digunakan dalam segala urusan negara, ekonomi, dan pendidikan. Bahasa Prancis dianggap sebagai bahasa yang bergengsi (prestisius) karena merupakan bahasa pemerintahan, bahasa resmi di Prancis termasuk Kaledonia Baru, salah satu bahasa utama di Eropa, dan salah satu bahasa resmi PBB.[3]
Rujukan
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Jawa Kaledonia Baru". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;