Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Jawa Jombang atau Dialek Jombang (bahasa Jawa:ꦧꦱꦗꦮꦗꦺꦴꦩ꧀ꦧꦁcode: jv is deprecated translit.
Basa Jawa Jombang) disebut juga sebagai Boso Njombangan adalah sebuah dialek bahasa Jawa modern dalam rumpun dialek Arekan (sedikit mendapat pengaruh dari dialek Mataraman). dialek Jombang dituturkan di wilayah Kabupaten Jombang. Bahasa Jawa Jombang juga merupakan turunan dari Bahasa Jawa Pertengahan dan memiliki banyak kemiripan dengan dialek bahasa Jawa modern lainnya terutama dialek wetanan.
Dialek ini banyak dipengaruh dialek Surabaya yang terkenal egaliter dan blak-blakan. Namun, juga sedikit dipengaruhi dialek Mataraman yang terkenal halus. Oleh sebab itu, dialek Njombangan merupakan peralihan dari dua dialek bahasa Jawa, antara dialek Surabaya dan dialek Mataraman, akan tetapi dari segi kosakata dan pengucapan lebih banyak mempunyai kesamaan dengan dialek Surabaya.[2]
Karena terletak di kawasan yang beririsan, sebagian besar masyarakat Kabupaten Jombang dapat memahami kedua dialek, baik dialek Arekan Surabaya/Jombang dan dialek Mataraman.
Kosakata
Kosakata dialek Jombang mengandung
80% berasal dari dialek Surabaya dan 19% dari dialek Mataraman dan sisanya adalah kosakata khas Jombang tersendiri, karena sebagian besar kosakata dialek Jombang berasal dari dialek Surabaya/Arekan maka dialek ini dianggap sebagai bagian dari Rumpun Dialek Arekan dan bukan merupakan dialek yang terpisah. Bahasa Jawa Jombang memiliki kesamaan pengucapan dan kesamaan sebagian besar kosakata dengan Bahasa Jawa Surabaya maupun Mojokerto, akan tetapi terdapat sedikit pengaruh dialek Mataraman.
Contoh-contoh kosakata Jombang di antaranya sebagai berikut:
arek = bocah
koen, kowe = kamu
ambekno = lagipula
enek, onok = ada
sampean, peno, riko = anda
pegel, kepegelen = capek, kecapekan
mari = selesai
waras = sembuh
lapo = kenapa
bik = bibi
mbok'ne / mak'ne = ibunya
cak/cacak = kakak laki-laki
nyacak/cacak'en = coba
cekakik = ampas kopi
dhung/dhong = mengerti/paham
Wis dhung? = Sudah paham?
glathi = pisau
bayang = tempat tidur
ket = sejak/dari
ket biyen = sejak dulu
warah = kasih tahu
wuruk = mengajari
singit = sembunyi
sumer = panas
awak sumer = badan panas
nduk, nok = di
nduk Jombang = di Jombang
teko' = dari
teko' ndi? = dari mana?
lek = kalau
kate, ate, ape = mau / akan
bento / longor = bodoh
logor / rotoh = jatuh / runtuh
pating = makin/semakin
mene = besok
pancet = tetap
kari = tertinggal
gojlok = bercanda
blithuk / mbojok = berbohong
dipacok’i = dijodohin
bluron = mandi air sungai
jipik = ambil
ndisor = bawah
ndukur = atas
totok / anjok = sampai
umuk = bohong/omong kosong
benter = panas
rijik = resik
jêmbhêk = menjengkelkan, menjijikan
muntruk = membual
lijo = tukang sayur
bala'e / balaku = temannya, temanku
jek/tas = baru saja
tas teko = baru saja datang
ketlisut = tertinggal
sakjane = meskipun/walaupun
yo an, jek an, wis an (akhiran)
glani = segitunya
anggit = pikir/menurut
cakut = baru saja
lesu = lapar
tepak = bertepatan
obak = permainan
tambul = menganggur
moncol = sombong
pokro = layak
jekethek = kebanyakan tingkah
nda, gok = sapaan untuk teman akrab
mamulo = oleh karena itu
dilalah = rupa-rupanya
anyi-anyi = malu-malu
rempon = gosip
carangunu = misal
dapak = jangankan
Referensi
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Dialek Jombang". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;