Tari Yospan adalah jenis tarian Kontemporer yang menggambarkan pergaulan atau persahabatan pada kaum muda-mudi di Teluk Cenderawasih yakni Biak Numfor, Kepulauan Yapen, dan Waropen.[1] Tarian ini muncul pada tahun 1960 yang kemudian sempat menjadi bagian dari senam kesehatan jasmani (SKJ) di sejumlah instansi pemerintahan.[2] Yospan adalah bentuk akronim dari kata Yosim dan Pancar.[3] Tarian Yospan pernah menghibur pengunjung Festival Asia Tenggara di Aquarium of the Pacific, Long Beach, California pada 5 Oktober 2019.[4]
Asal-Usul
Ukulele1
Tari Yospan adalah penggabungan dari dua tarian rakyat papua yaitu Yosim dan Pancar.[2] Tari Yosim berasal dari wilayah Teluk Cenderawasih (Serui dan Waropen).[5] Gerak tarian ini mirip Polonaise (dansa asal Polandia) tetapi dalam tarian Yosim lebih mengutamakan kebebasan dalam mengekspresikan gerakan dan mengandalkan kelincahan gerak tari.[5] Sedangkan Tari Pancar berasal dari daerah yang berbeda yaitu daerah Biak, Numfor, dan Manokwari.[2] Tarian ini lebih kaku karena dalam gerakannya mengikuti irama Tifa, Ukulele, Gitar, dan sebagainya.[5]
Gerakan
Gerakan tarian ini terinspirasi saat pesawat-pesawat bermesin jet mulai mendaratkan rodanya di Biak sekitar 1960-an saat terjadi konflik antara Kerajaan Belanda dengan Pemerintah Indonesia.[1] Pada waktu itu, banyak pesawat-pesawat tempur MiG buatan Rusia yang dipacu oleh pilot-pilot Indonesia terbang di atas langit Biak tepatnya di atas Bandara Frans Kaisiepo sambil melakukan gerakan-gerakan aerobatik[5] Gerak tarian ini yaitu gerakan dasar yang penuh semangat, dinamik, dan menarik.[3] Gerakannya dilakukan dengan cara berjalan sambil menari berkeliling lingkaran diiringi oleh musisi yang menyanyikan lagu asal daerah Papua.[6] Gerakan yang terkenal dalam tarian ini adalah pancar gas yang merupakan representasi dari pesawat-pesawat yang melintas dan meninggalkan awan putih di langit, gale-gale, jef, pacul tiga, seka, dan sebagainya.[3][7]
Penari
Para penari di dalam tarian ini terdiri dari dua regu yaitu regu musisi dan regu penari.[6] Regu musisi memainkan tifa yang menjadi pengiring Regu penari yang jumlahnya terdiri dari 6 orang atau lebih.[2] Tidak ada batasan baik dari segi jumlah penari maupun gender, semua orang baik laki-laki,perempuan,tua ataupun muda boleh menarikan tarian ini.[6]
Alat Musik
tifa dari Teluk Cendrawasih
Alat musik yang digunakan selain Tifa, Gitar dan Ukulele, masih ada alat musik lain yang digunakan.[7] Ada alat musik yang berfungsi sebagai bas dengan tiga tali.[7] Talinya biasa dibuat dari lintingan serat sejenis daun pandan yang banyak ditemui di hutan-hutan daerah pesisir Papua.[7] Selain itu ada alat musik yang disebut Kalabasa.[7] Alat ini terbuat dari labu air (calabash) yang dikeringkan kemudian diisi dengan manik atau batu kecil.[7] Cara memainkan alat musik ini hanya dengan digoyang-goyangkan.[7]
Kegiatan
Karena dikenal dengan nama Tarian Pergaulan maka Tari Yospan ini sering dibawakan pada acara Penyambutan tamu.[8] Yospan kemudian terkenal hingga ke tingkat nasional, terutama ketika Mayjen Wismoyo Arismunandar, sebagai Pangdam XVII/Trikora (1987-1989), menyosialisasikannya.[7] Saat itu hampir di setiap kegiatan Kodam XVII/Trikora diisi dengan Tari Yospan.[7] Hal tersebut kemudian menular ke hampir semua instansi pusat yang ada di Jayapura (dulu kantor wilayah).[7] Selain itu tarian ini juga sering ada pada acara adat papua seperti pernikahan dan peringatan Hari Nasional maupun Festival Budaya.[1][2][3][5]