Ia kemudian melanjutkan studi magister di bidang Modern Language (M.ML.) di Universitas Malaya, serta Manajemen Bencana (M.MB.) di Universitas Airlangga. Selain itu, ia juga menyelesaikan program Doktor (Dr.) dalam bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Brawijaya.[2] dan meraih gelar Philosophy of Doctor (Ph.D.) dari Faculty of Languages and Linguistics, University of Malaya.
Di luar pendidikan formal, Cak Thoriq juga menempuh pendidikan keagamaan di sejumlah pondok pesantren, antara lain Pondok Pesantren Anak-anak Darul Falah Denok di Lumajang, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar di Jombang, serta Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fadloli Dinoyo di Malang.[3]
Riwayat Organisasi
Cak Thoriq memulai keterlibatannya dalam organisasi sejak di tingkat sekolah, menjadi Anggota Pramuka di MTsN dan MAN, serta menjabat sebagai Ketua OSIS di MAN 1 Kota Malang. Di universitas, ia semakin aktif dalam organisasi kemahasiswaan, menjadi Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan kemudian menjabat sebagai Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di universitas yang sama.
Cak Thoriq memulai karier politiknya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB pada periode 2009–2014 dan 2014–2018. Dalam periode tersebut, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi C dan D DPRD Provinsi Jawa Timur, yang membawanya berperan penting dalam berbagai kebijakan terkait keuangan, pembangunan, dan infrastruktur di Jawa Timur.
Pada 2018, Cak Thoriq terpilih sebagai Bupati Lumajang dan menjabat hingga 2023. Kepemimpinannya fokus pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lumajang.[7]