Per tahun 2024, The Leading Hotels of the World beranggotakan 410 hotel yang tersebar di seluruh dunia. [10] Sebagian besar hotel-hotel LHW terletak di Eropa dengan jumlah sebanyak 277, disusul oleh Amerika Utara dengan 42 hotel, Asia dengan 40 hotel, Amerika Selatan dengan 15 hotel, Afrika dengan 14 hotel, Karibia dengan 10 hotel, Timur Tengah dengan 8 hotel, Amerika Tengah dengan 3 hotel, dan Oseania dengan 1 hotel.[11] Beberapa hotel ternama yang masuk dalam program ini adalah sebagai berikut :
Di Indonesia
Empat hotel di Indonesia terdaftar dalam LHW, yaitu The Legian Seminyak Bali, Nihi Sumba, Soori Bali, dan Capella Ubud Bali.
The Legian Seminyak Bali, didirikan pada tahun 1996, merupakan hotel tertua LHW di Indonesia. Terletak di tepi Pantai Seminyak, hotel ini merupakan hotel mewah kedua yang ada di kawasan Seminyak, setelah The Oberoi Bali, dan merupakan hasil karya arsitek Jaya Ibrahim dan Hendra Hadiprana. Awalnya dibangun sebagai bagian dari jaringan General Hotel Management (GHM) yang diprakarsai oleh Adrian Zecha, saat ini, The Legian Seminyak Bali sudah berdiri sendiri di bawah naungan Legian Hotel Management (LHM). The Legian Seminyak Bali mencakup 80 kamar dengan tipe-tipe suite, vila, dan satu akomodasi khusus bernama Beach House yang memiliki tiga kamar.[12]
Nihi Sumba, dibuka sebagai Nihiwatu pada tahun 2001, terletak di Desa Hoba Wawi, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat. Sanggraloka ini didirikan oleh Claude dan Petra Graves, pasangan suami istri asal Amerika Serikat yang mengunjungi Pulau Sumba pada tahun 1988. Nihiwatu kemudian dibeli dan dikembangkan oleh pengusaha Christopher Brunch dan James McBride menjadi hotel mewah bernama Nihi Sumba. Hotel ini memiliki kapasitas kamar sebanyak 27, keseluruhannya bertipe vila dengan kolam renang pribadi.[13]
Soori Bali dibuka pada tahun 2010 sebagai Alila Villas Soori, bagian dari jaringan Alila Hotels & Resorts. Hotel ini terletak di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, di tepi Pantai Kelating dan 14 kilometer dari objek wisata Tanah Lot. Didesain dan dimiliki oleh arsitek Soo Khian Chan dari Singapura, Soori Bali mengusung konsep all-villa resort, yang berarti keseluruhan 48 kamarnya bertipe vila. Pada tahun 2016, hotel ini melepaskan diri dari Alila dan berdiri sendiri.[14]
Capella Ubud Bali, dibuka pada tahun 2018, merupakan bagian dari jaringan Capella Hotels & Resorts milik Pontiac Land Group. Terletak di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, hotel ini dimiliki oleh PT Awahita Indonesia dan didesain oleh Bill Bensley. Capella Ubud Bali berkonsep glamping di tengah hutan, dengan 22 kamar bertipe tent (tenda) dan 1 kamar bertipe lodge (pondok). Masing-masing kamar memiliki kolam renang pribadi dan desain interior unik yang terinspirasi dari peradaban Eropa pada awal abad ke-19.[15]