Sejarah
Days Inn didirikan oleh Cecil B. Day, seorang pengusaha lahan yasan yang sebelumnya terkenal karena mendirikan apartemen. Dia juga memiliki rumah makan Jiffy Drive-In dan Carrols, waralaba Burger King terbesar di dunia. Pada tahun 1969, Day menjual asetnya kepada Phipps Land Company seharga $14 juta, transaksi jual beli tertinggi di Amerika Serikat pada saat itu.[3] Day mendirikan Days Inn sebagai bentuk pengembangan lahan kosong yang ia miliki di Tybee Island, sebuah pulau di lepas pantai Georgia.[4] Meskipun banyak orang yang mencibirnya karena memulai usaha di "pulau tanpa nama" seperti Tybee Island, nyatanya, penginapan tersebut mencatat tingkat hunian 100% per bulan April 1970. Karena tak ada yang mau menjadi pelayan di pulau terpencil tersebut, Day mempekerjakan anak-anaknya sendiri untuk melayani tamu. Awalnya, hotel-hotel Days Inn menetapkan tarif kamar $8,88 per malam, sehingga mereka sering dijuluki sebagai "8 Days Inn".[5]
Days Inn terus berkembang pada dekade 1970-an. Day adalah penganut agama Kristen yang taat, dan dia menyediakan sebuah Alkitab di tiap kamar yang dapat dibawa pulang oleh tamu, beserta layanan kapelan bagi tamu yang hendak beribadah.[6] Days Inn juga tidak menawarkan minuman beralkohol, karena Day bukan pengonsumsi alkohol.[7] Days Inn mendapatkan pamor sebagai salah satu jaringan hotel pertama yang memfokuskan diri pada wilayah pinggir kota, alih-alih tengah kota.[8]
Days Inn dibeli oleh Stanley S. Tollman dan Monty D. Hundley melalui waralaba Tollman-Hundley Hotel Group pada tahun 1980-an. Di ambang kebangkrutan, mereka memutuskan untuk menjual Days Inn kepada Hospitality Franchise Systems, Inc. (HFS) seharga $290 juta pada tahun 1992. Tollman dan Hundley nantinya diciduk dan ditetapkan sebagai tersangka penggelapan pajak.[9] HFS bersalin nama menjadi Cendant pada tahun 1997,[10] kemudian memecahkan diri untuk membentuk Wyndham Hotels & Resorts.[2] Di bawah Wyndham, Days Inn berganti nama menjadi "Days Inn by Wyndham".[11]