Stasiun ini dahulu mempunyai jalur cabang menuju Stasiun Papar. Stasiun Papar saat ini masih aktif. Selain itu, stasiun Pare mempunyai cabang menuju Kandangan, Kepung, dan Kencong. Semua jalur cabang ini dibongkar oleh pekerja romusa Jepang pada Perang Dunia II untuk kepentingan perang.[4]
Sebagian dari overcapping stasiun ini telah lama dipindah untuk digunakan selama beberapa tahun di Stasiun Ngawi (d.h Paron), hingga proyek jalur ganda segmen Madiun-Kedungbanteng rampung pada akhir tahun 2019.
↑Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1932. hlm.164–165.
↑Wibisono, Kunto; Kurniawan, Hari (2014). Kereta Malam. Yogyakarta: Bentara Budaya Yogyakarta. hlm.221. ISBN978-602-14892-3-9.