Peta Belanda. Garis merah tebal menunjukkan jalur trem milik KSM (di wilayah Kediri dan Jombang) dan MS (di wilayah Malang), sementara jalur berwarna hijau merupakan jalur trem. Sedangkan hitam merupakan jalur kereta api milik SS (kecuali garis hitam atas; Bojonegoro–Babat–Lamongan–Surabaya dan Sumari–Gresik adalah milik NIS)
Kediri merupakan daerah yang dikelilingi oleh pegunungan dan dilalui oleh Sungai Brantas. Ditandai pula dengan keberadaan tanah aluvial, tanah di Kediri pada umumnya subur untuk aktivitas perkebunan.[2][3] Hal ini memicu kemunculan beberapa pabrik yang memroses gula,[4]kopi,[5]tapioka, dan serat pada masa kolonial Hindia Belanda.[6] Selaras dengan perkembangan industri perkebunan, permintaan transportasi untuk penumpang dan hasil perkebunan meningkat pula.
Sejarah
Kediri Stoomtram Maatschappij didirikan pada 27 September 1895,[7] dengan dewan direksi pertamanya adalah C.E. van Kesteren, serta J.K.Kempees, P.C. Huyser, dan A. Janssen.[8] Dalam pendiriannya dikeluarkanlah modal sebesar ƒ 1.800.000 untuk membangun seluruh jaringan trem milik KSM sepanjang 123 km lengkap dengan berbagai sarana dan prasarananya.[9] Untuk meningkatkan mobilitas penumpang dan gula pada rute Kediri-Jombang via Pare, KSM kemudian membangun jalur trem uap yang menghubungkan dua stasiun Staatsspoorwegen, yakni Stasiun Kediri dan Jombang. Konstruksi mulai dikerjakan pada tahun 1896. Jalur trem pertama KSM adalah rute Kediri–Jombang sejauh 50 km, diresmikan pada tanggal 7 Januari 1897.[10]
Operasional trem di rute KSM berfokus pada pengangkutan penumpang dan barang khususnya tebu. Dalam menjalankan operasinya, KSM memiliki kedekatan dengan Malang Stoomtram Maatschappij, dibuktikan dengan manajemennya. Perusahaan tersebut kemudian dilikuidasi pada tahun 1970.[8]
Sebuah percabangan jalur di Alun-alun Pare, terlihat rangkaian gerbong berada di jalur menuju Kepung, dan jalur mengarah ke kanan menuju Tulungrejo (RS HVA) dan Pulorejo dan berakhir di Jombang. Jalur lurus ke depan menuju Stasiun Pare
Dipo stasiun pare saat masih aktif
Jalur Ka yang dibuat oleh KSM
KA yang berhenti di Stasiun Karangdinoyo
Catatan
↑Diukur hingga Halte Konto karena segmen Konto–Kandangan terputus