Sehubungan dengan maraknya angkutan umum kota di Surabaya, maka dibangunlah halte-halte[kapan?] di beberapa titik yang tersebar sepanjang trayek bus kota yang telah ada sebelumnya; seperti trayek , , , dan . Trayek tersebut didominasi oleh bus patas yang dioperasikan oleh Perum Damri, namun beberapa angkutan umum lyn yang memiliki trayek berdampingan juga dapat berhenti pada halte-halte yang dimaksud. Salah satu halte yang dibangun tersebut adalah halte Siwalankerto.[3][4]
Sehubungan dengan pengerjaan jalan frontage Ahmad Yani sisi barat, beberapa halte terdahulu yang dibangun pada Jalan Ahmad Yani perlu digusur. Setelahnya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya membangun ulang halte tersebut serta menambah sejumlah halte baru pada ruas frontage Ahmad Yani barat dan timur.[5]
Bangunan dan tata letak
Halte Siwalankerto dan Siwalankerto 2 saling terhubung dengan adanya penyeberangan jalan. Kedua bangunan halte ini memiliki atap yang dapat digunakan calon pengguna transportasi umum untuk berteduh. Selain itu, Halte Siwalankerto 2 tidak terletak di jalan frontage Ahmad Yani, berbeda dengan Halte Siwalankerto.
Halte Siwalankerto dan Siwalankerto 2 dilengkapi fasilitas, di antaranya: