Salim Sayyid Mengga, akrab dipanggil Salim S. Mengga[1] (24 Agustus 1951–31 Januari 2026) adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat dan politisi asal Sulawesi Barat. Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025—2030, tetapi meninggal dunia pada 31 Januari 2026 di Rumah Sakit Siloam Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.[2][3] Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dari 2009 hingga 2016.
Salim lulus pendidikan dasar pada tahun 1964, dan pendidikan menengah pertama pada 1967. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Kristen Berbentuan dari 1967 hingga 1970.[5]
Selanjutnya sederet kursus pendidikan militer, diantaranya Susarcab Kavaleri (1975), Sus Paharsat (1977), Sustar Danki (1979), Tarkor Bantem (1981), Suslapa Kavaleri (1984), Suagumil (1985), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat/Seskoad (1990), Tarpers Gati (1991), Kursus Komandan Distrik Militer/Susdandim (1993), Kursus Tenaga Inti Sosial dan Politik/Susgati Sospol (1995), Suspaharsat (1997), dan yang terakhir Lembaga Ketahanan Nasional/Lemhanas (2001).[4]
Karier Militer
Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin (1975–1984)
Salim S. Mengga memulai karier militernya di Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin (Kodam XIV Hasanuddin) di Sulawesi Selatan. Ia menjabat sebagai Komandan Peleton Detasemen Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari 1975 hingga 1978, kemudian Komandan Peleton I Kompi 101 Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari tahun 1978 hingga 1981. Selanjutnya dipindahkan menjadi Komandan Kompi Markas Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari 1981 hingga 1983, dan terakhir menjadi Kepala Seksi 4 Logistik Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari 1983 hingga 1984[6]
Pusdikkav, Pussenkav dan Kodam IV/Diponegoro (1984–1997)
Salim kemudian pindah ke Jawa Barat menjadi Guru Militer Golongan IV Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) dari 1984 hingga 1985. Kemudian berpindah tugas di Pusat Kesenjataan Kavaleri sebagai Kepala Seksi Trakor Ditbinsen Pussenkav dari 1985 hingga 1986.[6]
Selanjutnya ia pindah ke Jawa Tengah menjadi Wakil Komandan Yonkav 2 Kodam IV/Diponegoro dari 1986 hingga 1989. Kemudian ke Kabupaten Pemalang di Komando Distrik Militer 0711, menjabat sebagai Kepala Staf Kodim 0711/Pemalang dari 1989 hingga 1990.[6]
Ia kembali ke Jawa Barat sebagai Guru Militer Golongan V Pusdikkav dari 1990 hingga 1991. Tak lama berselang sekitar 1 tahun, ia ke Komando Daerah Militer IV/Diponegoro sebagai Komandan Yonkav 2 Kodam IV/Diponegoro (1991—1993) dan Komandan Kodim 0716/Demak (1993—1994). Ia beralih kembali Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menjadi Wakil Asisten Sosial dan Politik Kasdam IV/Diponegoro (1994—1995), kemudian menjadi Asisten Sosial dan Politik Kasdam IV/Diponegoro (1995—1997).[6]
Usai pensiun dari militer, Salim S. Mengga mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulawesi Barat pada Pemilihan umum Gubernur Sulawesi Barat 2006. Ia berpasangan dengan A. Hatta Dai, tetapi ia tidak terpilih karena hanya memperoleh 23.24% atau 146.774 suara.[7]
Pencalonan Gubernur, Wakil Gubernur, dan Bupati (2016–2024)
Pada Oktober 2016, ia mengundurkan diri sebagai Anggota DPR RI, karena ikut dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Gubernur Sulawesi Barat 2017.[10] Ia berpasangan dengan Hasanuddin Mashud pada pilkada Gubernur Sulawesi Barat 2017, tetapi hanya memperoleh 146.774 suara atau 23.24%.[11]
Selanjutnya, ia mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Polewali Mandar 2018. Ia berpasangan dengan Marwan dan memperoleh 97.889 suara atau 44,65% dari kesuluruhan persentase pemilih.[12] Selanjutnya pada tahun 2024, ia kembali mencalonkan diri di pilkada Sulawesi Barat 2024 sebagai calon wakil gubernur. Ia berpasangan dengan Suhardi Duka, rivalnya pada pilgub 2017.[6] Mereka memenangkan pilkada dengan peroleh suara 337.512 atau 46,18% dari keseluruhan pemilih.[13]
Ia adalah anak dari S. Mengga, tokoh pejuang kemerdekaan dan purnawirawan tentara. Ia juga mempunyai adik yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2011–2016.[4]